Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Siswa Tinggal Kelas, Ready or Not?

a
Penulis: admin❯
Edwin Yulisar
Edwin Yulisar

Advertisement

Oleh: Edwin Yulisar
Guru dan Kolumnis tinggal di HST

Ungkapan tinggal kelas memberi kesan horor tersendiri bagi siswa-siswa milenial terdahulu ketika tidak mampu mencapai ketuntasan belajar di sekolah. Sebagian guru berpendapat bahwa tinggal kelas merupakan sebuah pembelajaran bagi siswa melakukan pengulangan pada jenjang kelas yang sama dan bukan merupakan penghakiman. Akan tetapi, setelah ada kurikulum yang melarang memberikan predikat siswa tidak naik kelas, kebanyakan guru merasa bersalah karena ketidakmampuan siswa itu berdampak pada jenjang sekolah berikutnya.

Angin segar pun muncul dari pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempersiapkan opsi mengembalikan kebijakan tidak naik kelas mulai tahun 2027 mendatang. Hal ini menuai pro-kontra dari berbagai kalangan. Namun, jika kebijakan ini akan dilakukan tahun depan, pemerintah harus melakukan uji kelayakan apakah mengembalikan predikat tidak naik kelas mampu memicu semangat belajar atau sebaliknya?

Advertisement

Melihat fenomena yang sudah terjadi dalam dunia pendidikan mulai dari Learning Loss  yang dialami siswa dikarenakan Covid-19 mulai tahun 2020 hingga 2022 yang menyebabkan penurunan mutu pendidikan. Hasil studi oleh Sukoco dkk (2022) ini menemukan bahwa dalam satu tahun pembelajaran, siswa mengalami indikasi kehilangan hasil belajar setara dengan 6 bulan pembelajaran untuk literasi dan 5 bulan pembelajaran untuk numerasi.

Selanjutnya, ada pada faktor eksesifitas penggunaan gawai pada remaja. Gawai yang digunakan para remaja seperti pedang bermata dua, yang bisa menjadi penunjang atau malah penghambat pembelajaran di sekolah. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan gawai berlebih bisa membuat siswa menjadi malas untuk membaca buku, dan lebih memilih hasil yang instan. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya minat literasi pada anak anak (Tribun Timur, 2024). 

Setelah itu, adanya penghapusan  sistem tinggal kelas dalam kebijakan pemerintah yang tertuang pada kurikulum. Hal ini sangat berdampak pada intensitas dan motivasi belajar siswa. Kemudian ada faktor fasilitas sekolah seperti penyedia akses bahan bacaan dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya mempunyai pengaruh yang besar terhadap minat dan kemampuan membaca siswa. 

Advertisement

Menurut Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian prasarana pendidikan sekolah dasar hanya mencapai 60,94 persen yang tergolong rendah, satu prasarana yang dimaksud adalah
perpustakaan. Yang terakhir, faktor profesionalitas guru yang ada di sekolah dan madrasah. Guru sebagai ujung tombak dari pembelajaran perlu memiliki kompetensi pengajaran yang baik agar mampu memilah dan memilih strategi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam belajar (Andi, 2024)

Selain itu kemampuan memotivasi siswa untuk terus membaca berperan penting dalam keberhasilan peran orang tua. Waktu anak yang lebih banyak berada di lingkungan keluarga membuat keluarga memiliki pengaruh yang besar dalam mendukung proses belajar anak. Menurut studi, keluarga yang memberikan perhatian dan dukungan terhadap pendidikan anak cenderung menghasilkan anak-anak dengan kemampuan belajar yang lebih baik.

Ada beberapa hal yang harus dikaji dan dipersiapkan jika predikat Tidak Naik Kelas memang benar-benar akan dilaksanakan. Semua elemen harus mampu bertumbuh dan kembali merumuskan dampak dan keberhasilan pembelajaran jika predikat ini nantinya menjadi sebuah keniscayaan bagi pendidikan di Indonesia.

Pertama, mengevaluasi kurikulum yang berlaku. Pemangku kebijakan khususnya Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama kembali bermusyawarah memastikan setiap kebijakan yang tertuang dalam kurikulum relevan dengan siswa. Kebijakan-kebijakan yang ada di dalam kurikulum merupakan pedoman bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran.

Advertisement
Editor : Arief M

Artikel Terkait

Carlo Jikustik dan Kerendahan Hati

Carlo Jikustik dan Kerendahan Hati

Ada musisi yang dikenang karena suaranya. Ada yang dikagumi karena karya-karyanya. Namun, ada pula yang meninggalkan kesan mendalam justru k

Transparansi Seleksi Direktur AMTB

Transparansi Seleksi Direktur AMTB

Seleksi calon Direktur PT Air Minum Tabalong Bersinar (Perseroda) Kabupaten Tabalong tidak semestinya hanya berorientasi pada pemenuhan pers

Menakar Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan

Menakar Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan

Tidak sedikit upaya telah dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto untuk mensejahterakan masyarakat. Berbagai program pengentasan kemiskinan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer