Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Separuh Hadir

A
Penulis: Arief❯
ilustrasi
ilustrasi

Advertisement

 

CERPEN oleh: A. Ramadhani

Pesawat baru saja menyentuh landasan ketika Akmar sudah lebih dulu membuka ponselnya.

Advertisement

Belum sempat lampu tanda sabuk pengaman dipadamkan, ibu jarinya bergerak cepat menelusuri grup redaksi. Puluhan pesan masuk selama penerbangan dari Banjarmasin melalui Surabaya menuju Denpasar. Ada kebakaran di Plaza Amuntai, rapat DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara yang molor hingga malam, dan banjir kiriman dari Tabalong yang mulai merendam beberapa desa di Amuntai.

Siska melirik layar ponsel itu, lalu menghela napas pelan.

"Aku kalah cepat sama notifikasi," katanya setengah bercanda.

Advertisement

Akmar tersenyum tanpa mengangkat kepala.

"Tinggal balas sebentar."

Siska tidak menjawab.

Ia sudah terlalu sering mendengar kalimat itu.

Advertisement
Editor : Arief M

Artikel Terkait

Sebelum Ombak Berlabuh

Sebelum Ombak Berlabuh

Kirana menatap Arga dengan tatapan tajam, matanya memerah menahan badai amarah yang telah lama menumpuk. Bibirnya bergetar hebat, ia berjuan

Jerebu Menerbangkan Cintaku 

Jerebu Menerbangkan Cintaku 

Subuh yang dingin serta kabut tipis menyergap tubuhku. Biasanya ini pertanda musim kemarau. Musim di mana tanah menjadi gersang, tanaman lay

Kujadikan Dia Anakku

Kujadikan Dia Anakku

Sudah dua tahun aku belum punya anak. Kami merindukan anak-anak yang lucu, wajah yang gemas, mata yang memancarkan cinta. Tinggal di kota me

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer