Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paradoks Kemerdekaan

a
Penulis: admin❯
Toto Fachrudin, Wakil Direktur Radar Banjarmasin
Toto Fachrudin, Wakil Direktur Radar Banjarmasin

Advertisement

Oleh: Toto Fachrudin
Wakil Direktur Radar Banjarmasin

Merdeka! Kamus bahasa Indonesia menyebut makna merdeka adalah bebas, tidak terikat, atau lepas dari tuntutan.

Dalam konteks kebangsaan, merdeka bisa dimaknai sebagai kebebasan sebuah bangsa untuk menentukan pilihan ideologi, kebijakan ekonomi, atau independen dalam menentukan arah politik luar negeri.

Advertisement

Namun, makna ini menjadi sempit bila merdeka hanya diartikan sebatas bebas dari penjajahan kolonialisme atau  imperialisme.

Melalui pernyataan para pendiri bangsa, Indonesia sudah menyatakan merdeka sejak 81 tahun lalu. Tetapi secara historis, kebebasan yang sesungguhnya baru dirasakan 20 tahun kemudian ketika Indonesia tampil menjadi kekuatan ideologis dan militer di kawasan Asia.

Kala itu, masih di era transisi Orde Lama ke Orde Baru, Indonesia tampil sebagai negara bangsa yang berani melawan tekanan dan dominasi blok Barat.

Advertisement

Hegemoni Barat dilawan dengan afiliasi politik kekuatan blok Timur.  Indonesia disegani dan menjadi negara berpengaruh dengan kekuatan alutsista militer dari Soviet yang menggetarkan.  

Selama 81 tahun Indonesia mengalami pasang surut perjalanan sebagai negara bangsa.

Di usia kemerdekaan yang semakin menua, ada paradoks yang membuat makna merdeka semakin kehilangan nilai filosofis dan historis.

Kita merdeka secara fisik, tapi masih terkekang secara politik. Indonesia merdeka secara konstitusional, tapi masih berada dalam bayang hegemoni Amerika dan Cina.

Advertisement

Artikel Terkait

Jangan Merdekakan Murid, Tapi Belenggu Gurunya

Jangan Merdekakan Murid, Tapi Belenggu Gurunya

Kemerdekaan Indonesia ternyata belum selesai diperjuangkan. Bukan karena bendera merah putih belum berkibar, bukan pula karena penjajah masi

Pawai 18 Agustus Meriahkan Pusat Kota Kotabaru

Pawai 18 Agustus Meriahkan Pusat Kota Kotabaru

Ribuan peserta meriahkan pawai kemerdekaan di pusat Kotabaru, menampilkan budaya, teater perjuangan, kreativitas, dan aksi kocak menghibur

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Delapan Puluh Satu tahun yang lalu, di hari Jumat yang penuh keberkahan, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamirkan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer