Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kementerian Agama Gagas Kurikulum Cinta, Apa Itu?

Z
Penulis: Zulqarnain RB❯
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Foto: Kemenag RI)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno. (Foto: Kemenag RI)

JAKARTA - Kementerian Agama RI meluncurkan Kurikulum Cinta sebagai inisiatif baru dalam pendidikan agama dan keagamaan. Kurikulum ini bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini.


Advertisement

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno menjelaskan Kurikulum Cinta dirancang untuk mengatasi fenomena intoleransi di kalangan pelajar. “Masih banyak pelajar yang menunjukkan sikap saling menyalahkan dan membenci karena perbedaan keyakinan,” ujarnya.

Kurikulum ini menekankan empat aspek utama. Pertama, cinta kepada Tuhan (hablum minallah). Kedua, cinta kepada sesama manusia (hablum minannas). Ketiga, kepedulian terhadap lingkungan (hablum bi’ah). Keempat, kecintaan terhadap bangsa (hubbul wathan).

Advertisement

Amien menyebut, kerusakan lingkungan dan hilangnya rasa nasionalisme menjadi sorotan utama. “Anak-anak harus disadarkan akan pentingnya menjaga bumi dan mencintai bangsanya,” tegasnya.

Kurikulum Cinta tidak akan menjadi mata pelajaran baru. Nilai-nilai cinta dan toleransi akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada.

Advertisement

Kementerian Agama telah menyiapkan buku panduan untuk membantu pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum ini.

Strategi implementasi disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Di tingkat RA/PAUD, metode pembelajaran akan menggunakan permainan dan pembiasaan positif.

Sementara di jenjang lebih tinggi, pendekatan berbasis pengalaman dan refleksi akan lebih ditekankan.

Amien menegaskan, keberhasilan kurikulum ini tidak hanya diukur dari aspek kognitif, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku peserta didik.

“Kita ingin membentuk individu yang ramah, humanis, nasionalis, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Kementerian Agama akan melakukan pendampingan bagi pendidik dan menyiapkan instrumen evaluasi. Dukungan dari masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan juga sangat dibutuhkan.

Advertisement

Artikel Terkait

Tingkatkan Kompetensi Guru, MTsN 3 Tanah Bumbu Gelar IHT Implementasi KBC

Tingkatkan Kompetensi Guru, MTsN 3 Tanah Bumbu Gelar IHT Implementasi KBC

MTsN 3 Tanah Bumbu menggelar IHT Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Siswa Tinggal Kelas, Ready or Not?

Siswa Tinggal Kelas, Ready or Not?

Ungkapan tinggal kelas memberi kesan horor tersendiri bagi siswa-siswa milenial terdahulu ketika tidak mampu mencapai ketuntasan belajar di

TKA Terkendala Jaringan, Kemendikdasmen Siapkan Sesi Khusus

TKA Terkendala Jaringan, Kemendikdasmen Siapkan Sesi Khusus

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK/MA/MAK sempat mengalami kendala jaringan, Selasa (27/10). Hal itu membuat pelaksana

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer