
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Komisi II DPRD Tabalong mendorong agar Pemkab Tabalong memprioritaskan bantuan sarana pengairan persawahan untuk menghadapi musim kemarau mendatang.
Pasalnya, dampak kekeringan tahun ini menyebabkan ketersediaan air di lahan pertanian sangat terbatas dan membuat produksi pertanian gagal di sejumlah kawasan.
Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto meminta kepada Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Tabalong memberi perhatian serius. Realisasi bantuan diupayakan tahun 2026 ini.
"Berdasarkan hasil koordinasi, bantuan sarana pengairan seperti jaringan irigasi, pompa air, serta sarana penunjang lainnya, dirancang bisa direalisasikan tahun ini," jelasnya, belum lama tadi.
Ia meminta dilakukan pemetaan kawasan pertanian yang sangat membutuhkan supaya diprioritaskan.
"Pemetaan dan verifikasi terhadap kondisi lahan dan kebutuhan petani. Langkah ini dinilai penting agar bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh petani yang memiliki keterbatasan akses air," cetusnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada (DKP3) Tabalong, Rahmani mengatakan, ada ratusan hektare lahan yang mengalami puso akibat kekeringan tahun ini.
"Luasnya hampir seluas 800 hektare. Tepatnya 785,2 hektare yang puso," katanya.
Rusaknya padi petani itu hampir merata di seluruh kecamatan di Tabalong. Paling luas ada di Pugaan seluas 300 hektare dan Benua Lawas seluas 209 hektare.
Untuk daerah lainnya terdapat di Muara Uya seluas 101 hektare dan Kelua 122 hektare.



