Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gagal Usaha Ayam Ras, Andi Sukses Budidaya Jamur Tiram

M
Penulis: M Fadlan Zakiri❯
MENJELASKAN: Andi Ariyanto saat menjelaskan proses budi daya jamur tiram yang digelutinya. (Foto: M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
MENJELASKAN: Andi Ariyanto saat menjelaskan proses budi daya jamur tiram yang digelutinya.  (Foto: M FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN) 

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Bayangkan sebuah kandang ayam ras yang dulunya riuh oleh suara unggas dan berbau tajam, perlahan menjadi sunyi. Kandang itu bahkan sempat kosong tanpa aktivitas.

    ****

Harga pakan yang terus merangkak naik, sementara harga jual ayam justru anjlok, pernah membuat usaha Andi Ariyanto terpuruk. Ia harus menerima kenyataan pahit ketika usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga tak lagi mampu bertahan.

Advertisement

Namun, Andi tak ingin berlama-lama larut dalam keadaan. Kebutuhan keluarga membuatnya harus mencari jalan lain. Bekas kandang ayam di Rumah Limbah Bonsai Kelapa (Bonkla), Jalan Jolali, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, itu kemudian disulap menjadi kumbung atau rumah budi daya jamur.

Kini, suasananya jauh berbeda. Udara lembap menyelimuti ruangan seluas 200 meter persegi tersebut. Ratusan baglog atau media tanam berbentuk silinder tersusun rapi di rak-rak kayu.

Dari lubang-lubang baglog, jamur tiram tumbuh dengan tudung putih menyerupai payung kecil. Komoditas inilah yang kini menjadi sumber penghasilan baru bagi Andi. “Dulu sempat pusing memikirkan harga ayam yang labil. Tapi hidup kan harus terus berjalan, dapur harus tetap mengepul,” kenangnya.

Advertisement

Keputusan beralih membudidayakan jamur tiram sejak 2022 ternyata menjadi titik balik usahanya. Dari yang semula mengurus ternak unggas, kini Andi lebih banyak berkutat dengan serbuk kayu sebagai bahan utama media tanam.

Ia memilih serbuk kayu sengon karena dinilai cocok untuk pertumbuhan jamur. Sebaliknya, kayu yang terlalu keras dan mengandung getah kurang baik karena dapat menghambat pertumbuhan.

Serbuk kayu itu kemudian dicampur dengan kapur, dedak, nutrisi, dan air. Adonan didiamkan semalaman agar proses fermentasi berlangsung dan tingkat keasamannya lebih stabil.

Setelah tercampur merata, adonan dimasukkan ke dalam plastik tahan panas untuk dijadikan baglog. Tahap berikutnya adalah sterilisasi dengan cara dikukus selama 10 hingga 11 jam pada suhu sekitar 100 derajat Celsius.

Advertisement

Artikel Terkait

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mengungkapkan penggunaan Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakar

Dipicu Musim Pancaroba, ISPA dan Diare Mengintai Warga Banjarbaru

Dipicu Musim Pancaroba, ISPA dan Diare Mengintai Warga Banjarbaru

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini

Misnawati, Single Parent Berjuang Bangkit Demi Lima Buah Hati

Misnawati, Single Parent Berjuang Bangkit Demi Lima Buah Hati

Tidak ada tanda sakit. Tidak ada pesan terakhir. Kepergian suami secara mendadak membuat Misnawati harus menghadapi duka sekaligus tanggung

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer