Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terluka Saat Padamkan Karhutla, Relawan Muda ini Dikepung Api Ketika Ingin Ambil Motor

S
Penulis: Sheilla Farazela❯
TERLUKA: M. Fahriza menderita luka bakar saat berhadapan dengan karhutla pada Jumat (21/8) sore. (Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 
TERLUKA: M. Fahriza menderita luka bakar saat berhadapan dengan karhutla pada Jumat (21/8) sore.  (Foto: SHEILLA FARAZELA/RADAR BANJARMASIN) 

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Di tengah kepungan asap dan kobaran api, M. Fahriza tetap maju memadamkan karhutla. Keberaniannya berujung luka bakar, tetapi tak menyurutkan tekadnya untuk kembali membantu warga.

 ****

Asap tebal mengepul di langit Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Di tengah kobaran api yang merambat cepat, M. Fahriza tak banyak berpikir. Remaja yang aktif sebagai relawan pemadam kebakaran itu bergegas membantu memadamkan api yang mengancam permukiman warga.

Advertisement

Namun, keberaniannya berhadapan dengan karhutla pada Jumat (21/8) sore itu berujung petaka. Hempasan hawa panas membuat wajah dan kedua tangannya mengalami luka bakar.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan A Yani jurusan Pelaihari. Saat itu, Fahriza bersama relawan lainnya berupaya menjinakkan api yang terus bergerak mendekati rumah warga.

Ia sempat memarkirkan sepeda motornya di tempat yang dianggap aman. Namun, kondisi berubah cepat ketika angin bertiup kencang. “Saya taruh kendaraan dekat api, saya kira aman saja. Ternyata saat melihat di belakang, api hampir kena rumah warga. Saya langsung kejar untuk memadamkan,” kenang Fahriza saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/8).

Advertisement

Setelah membantu mengamankan rumah warga, Fahriza kembali menuju lokasi tempat sepeda motornya diparkir. Saat itu, kobaran api justru telah mengepung area tersebut.

Lidah api semakin mendekat. Fahriza berusaha menyelamatkan diri, tetapi hembusan angin membawa hawa panas langsung menerpa tubuhnya. Wajah dan kedua tangannya terkena panas api.

Dalam kondisi sadar dan menahan rasa perih, Fahriza kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit. Petugas medis segera memberikan penanganan, termasuk memasang infus dan membalut luka bakarnya dengan perban.

Beruntung, kondisi Fahriza tidak kritis. Setelah mendapat perawatan, ia diperbolehkan menjalani rawat jalan kurang dari 24 jam.

Advertisement

Artikel Terkait

Gagal Usaha Ayam Ras, Andi Sukses Budidaya Jamur Tiram

Gagal Usaha Ayam Ras, Andi Sukses Budidaya Jamur Tiram

Bayangkan sebuah kandang ayam ras yang dulunya riuh oleh suara unggas dan berbau tajam, perlahan menjadi sunyi. Kandang itu bahkan sempat ko

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mengungkapkan penggunaan Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakar

Dipicu Musim Pancaroba, ISPA dan Diare Mengintai Warga Banjarbaru

Dipicu Musim Pancaroba, ISPA dan Diare Mengintai Warga Banjarbaru

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di Kota Banjarbaru mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer