
MADRID – Kekalahan menyakitkan dialami FC Barcelona usai tersingkir dari Liga Champions UEFA. Winger asal Brasil, Raphinha, ngamuk dan menuding timnya “dirampok” dalam duel kontra Atletico Madrid.
Barcelona memang menang 2-1 pada leg kedua perempat final di Stadion Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB. Namun, hasil itu tak cukup. Blaugrana tetap tersingkir dengan agregat 2-3.
Raphinha sendiri absen karena cedera, tapi tetap datang langsung ke Madrid untuk memberi dukungan. Sayangnya, ia justru menyaksikan timnya gagal melangkah ke semifinal.
Barcelona sempat bangkit lewat gol cepat Lamine Yamal dan Ferran Torres yang menyamakan agregat. Namun, gol Ademola Lookman memastikan Atletico melaju ke empat besar dan akan menghadapi Arsenal atau Sporting CP.
Situasi makin panas setelah Eric Garcia diganjar kartu merah di menit akhir usai melanggar Alexander Sorloth. Momen itu jadi titik puncak kemarahan Raphinha terhadap wasit. Ia juga menyoroti banyaknya pelanggaran Atletico yang dinilai luput dari hukuman kartu.
“Pertandingan ini benar-benar dirampok. Wasit punya banyak masalah. Beberapa keputusannya tidak masuk akal,” kata Raphinha.
“Saya tidak tahu berapa banyak pelanggaran yang mereka lakukan tanpa kartu. Ini sulit diterima," tegas winger Barcelona tersebut.
Kekecewaan Barcelona sebenarnya sudah menumpuk sejak leg pertama. Klub bahkan sempat melayangkan protes resmi ke UEFA terkait keputusan wasit, namun ditolak karena dianggap “tidak dapat diterima”.
“Wajar kalau satu kesalahan terjadi. Tapi ini terjadi lagi di pertandingan lain? Kami bermain sangat baik, tapi laga ini seperti dirampas dari kami,” lanjut Raphinha.
Secara statistik, Barcelona memang tampil dominan. Mereka mencatatkan lebih banyak tembakan tepat sasaran (15 berbanding 8) serta expected goals (3,38 berbanding 2,08). Namun efektivitas jadi pembeda.


