RADAR BANJARMASIN.JAWAPOS.COM – Di tengah maraknya tren musik yang berkembang lewat media sosial, Inul Daratista menilai dangdut sejatinya sudah lebih dulu menembus pasar internasional jauh sebelum era digital berkembang seperti sekarang.
Pedangdut senior tersebut mengaku telah merasakan langsung bagaimana musik dangdut mendapat sambutan hangat di luar negeri sejak awal kariernya. Bahkan, sebelum menetap dan berkarier di Jakarta, Inul sudah kerap menerima undangan manggung di berbagai negara.
Menurut Inul, kesempatan tampil di luar negeri bukanlah hal baru bagi penyanyi dangdut pada masanya. Ia mengungkapkan pernah beberapa kali menghibur penonton di sejumlah negara Eropa, termasuk Belanda dan Jerman.
"Dari dulu dangdut sebenarnya sudah dikenal sampai luar negeri. Sebelum pindah ke Jakarta, saya sudah sering bolak-balik tampil karena banyak undangan," ujarnya.
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya terjadi saat tampil di Amsterdam, Belanda. Saat itu, pertunjukannya disebut turut disaksikan oleh tokoh penting dunia, termasuk Perdana Menteri Inggris.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa musik dangdut pernah mendapat perhatian luas di tingkat internasional, bahkan sebelum akses promosi semudah sekarang.
Meski demikian, Inul menilai perjalanan para penyanyi pada masa lalu jauh lebih berat dibandingkan generasi saat ini. Jika sekarang popularitas bisa diraih melalui konten viral di internet, dahulu promosi musik sangat bergantung pada media konvensional seperti televisi, koran, hingga penjualan VCD.
Ia mengenang bagaimana para musisi harus bekerja keras membangun nama tanpa bantuan platform digital. Bahkan beredarnya VCD bajakan saat itu bisa membuat sebuah lagu menjadi sangat populer.
"Kalau dulu perjuangannya benar-benar berat. Belum ada media sosial, jadi semuanya harus dibangun lewat panggung dan pemberitaan," ungkapnya.
Bagi Inul, perkembangan teknologi memang membuka banyak peluang bagi musisi generasi sekarang. Namun di sisi lain, ia berharap masyarakat tidak melupakan bahwa dangdut telah lama membawa nama Indonesia ke berbagai negara melalui perjuangan para penyanyi terdahulu.
Pengalaman manggung di berbagai belahan dunia menjadi salah satu bukti bahwa musik dangdut memiliki daya tarik yang mampu diterima oleh penonton internasional sejak puluhan tahun lalu.
Editor : Tia Lalita Novitri