Literasi Digital dan Semangat Inovasi Generasi Cerdas

admin • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:04 WIB
Bihman, S. Ag
Bihman, S. Ag

Oleh: Bihman Rio Pratama, S.Ag
Guru di MTsN 3 Tanah Bumbu

                Dalam rangka membangun semangat kolaborasi dan transformasi digital di tengah-tengah masyarakat  saat  ini  harus ada terobosan untuk memperkuat pondasi literasi digital dan mengembangkan kewirausahaan yang berbasis teknologi.

                Untuk menuju ke titik pencapaian tersebut perlu adanya komitmen yang berkelanjutan dan terarah dalam menciptakan sumber daya manusia  (SDM) digital  yang tangguh  dan inklusif dengan berwawasan nusantara yang berlandaskan ke –bhinneka-an Indonesia melalui  program-program strategis.

                Transformasi digital yang sedang berkembang dalam teknologi komunikasi dan informasi  dewasa ini tidak  hanya menitikberatkan pada pengelolaan infrastrukturnya akan tetapi mengarahkan pada pembentukan karakter dan pembiasaan melek digital pada segenap jenjang masyarakat sehingga mampu menjawab tantangan masa depan  yang begitu kompleks.

                Diharapkan dengan memasyarakatnya literasi digital pada semua lapisan masyarakat maka akan menjadi sebuah momen untuk menciptakan solusi agar masyarakat  memiliki  kecerdasan dan pengetahuan yang pada gilirannya tentu akan menjadi  sebuah jalan dalam pencapaian kehidupan yang  lebih baik.

                Membangun  semangat literasi digital guna menumbuhkan inovasi untuk menuju masyarakat  Indonesia  yang cerdas harus dimulai dari kalangan paling bawah yakni, anak-anak  yang masih duduk di bangku Taman Kana-Kanak dan  Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah. Pada fase inilah  mereka diperkenalkan  literasi, baik melalui buku-buku cetak maupun elektronik. Mereka diberikan bimbingan untuk  belajar menyimak dan memahami setiap apa  yang mereka baca.

                Fenomena kecil  telah terjadi  di lingkungan  kita dimana sebagian besar generasi muda Indonesia hari  ini  dikelilingi oleh informasi tanpa batas akan tetapi tidak  semua dari mereka siap dan mampu mengelola arus informasi tersebut secara baik dan bijak. Betapa banyak di antara mereka  akhirnya justru tersesat jalan akibat informasi  tersebut.

                Kita tidak bisa menghindari kalau generasi muda  saat ini adalah generasi digital natives. Mereka  tumbuhkembang bersama gawai, media sosial dan internet yang pesat dan gencar menghantam kehidupan harian mereka. Mereka  bisa berinteraksi dalam berbagai platform akan tetapi tidak dibarengi dengan kemampuan menerapkan literasi digital tersebut secara optimal.

                Dasar literasi digital tidak semata-mata mampu menggunakan perangkat akan tetapi pada hakikatnya adalah kemampuan seseorang untuk menyimak, menyaring dan mengevaluasi  serta kemampuan  untuk memahami resiko keamanan siber dengan ditopang oleh etika  tanggung jawab  akan kebenaran informasi yang disajikan. Bila konsep ini tertanam maka penggunaan teknologi tentu dijadikan sebagai alat untuk belajar,  berinovasi dalam berbagai karya  nyata.

                Akan  tetapi nyatanya kecepatan generasi muda dalam berinteraksi dengan dunia digital seringkali berdampak negatif akibat frekuensi adaptasi mereka lebih tinggi  ketimbang memahami akibat  yang ditimbulkan oleh informasi tersebut.

                Di era transformasi digital dewasa ini literasi digital tidak lagi sebagai pelengkap akan tetapi sudah menjadi  kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari, bahkan levelnya telah berganti  menjadi  fondasi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana dari   karakter  literasi digital  ini akan memunculkan pembangunan integritas, nalar kritis dan kesadaran yang berkesinambungan di kalangan generasi  muda  sehingga batas antara realita fisik dengan dunia digital itu menjadi samar-samar.

                Meluasnya  akses digital ini tidak sertemerta dibarengi dengan kecakapan digital masyarakat. Mereka  mapan secara teknis akan tetapi begitu rapuh dalam aspek digital safety, digital culture maupun digital etic. Kita bisa melihat betapa anak balita sudah mahir menggunakan dawai namun kemampuan teknis digital tidak berhenti begitu saja. Kita perlu literasi  digital secara utuh agar bisa dimanfaatkan dengan cerdas dan bijak yang akhirnya menciptakan produktivitas dan nilai-nilai sosial, bukan sebaliknya.

                Oleh sebab itu setiap generasi muda tetap menjadikan literasi digital sebagai wadah membangun semangat inovasi  guna mencapai sasaran sebagai generasi  yang cerdas menuju  Indonesia Emas. Lewat literasi digital inilah akan bermunculan ide-ide kreatif dan terbaik di berbagai  bidang dan kesempatan  yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

                Memang  diakui bahwa dunia digital memiliki peluang besar bagi  perubahan pola dan tatanan kehidupan masyarakat namun  sekaligus dunia ini juga punya resiko  yang sangat besar. Banyak kasus  mengenai kurangnya literasi yang berakibat terjerumusnya anak-anak  ke dalam kawah  disinformasi yang menyebabkan terjadinya perundungan siber, unggahan impulsif,  video hoaks jejak digital negatif ataupun  terjadinya pencurian data. Misinformasi tersebut sangat berpengaruh terhadap masa depan pendidikan dan karier.

                Oleh  sebab itu setiap  generasi muda memang cerdas, cermat dan tanggap  dalam  menyikapi setiap informasi. Mereka  wajib membutuhkan kemampuan dan kesadaran  untuk berhenti sesaat guna memeriksa dan menganalisa setiap informasi  yang diterima sebelum memvonis percaya ataupun berkeinginan untuk memberikan informasi tersebut.

                Penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab bisa memunculkan permasalahan serius untuk masa depan seseorang.. hal ini perlu disadari oleh setiap  generasi muda Indonesia. Betapa banyak lulusan  perguruan tinggi dengan IPK  sempurna akan tetapi mereka  gagal bersaing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.  Hal itu terjadi  bukan karena mereka tidak pintar akan tetapi adanya jejak digital mereka yang  kelam  dengan karakter tidak beretika sehingga  jadi bumerang.

                Untuk menjadikan peran  literasi digital sebagai wadah  pembentukan karakter cerdas bagi generasi mendatang maka perlu di bangun konsep  literasi yang direkomendasikan dengan program strategis sebagai panduan bsgi semua stakeholder yang berkepentingan.

Membangun Literasi Digital yang Aman

Membangun literasi digital dan semangat inovasi bagi  generasi muda Indonesia adalah sebuah fondasi utama dalam membentuk masyarakat yang berpikir kritis, cakap teknologi, dan berdaya saing global demi mewujudkan Indonesia cerdas. Untuk itu diperlukan adanya pilar penopang yang kuat, yaitu mengembangkan penerapan budaya digital dengan memanfaatkan ruang digital yang ada dengan   tetap berada di koridor nilai-nilai Pancasila dan Agama  serta menunjukkan kepribadian identitas bangsa yang berbudaya dan beretika.

Kedua memiliki kepekaan menjunjung tinggi  nilai-nilai etika sebagai landasan bermedia sosial sehingga akan tercipta saling  menghargai. Melalui pilar  ini setiap orang dituntut untuk menjadi pribadi  yang cerdas, memahami kaidah-kaidah berkomunikasi dengan  selalu melakukan penyaringan informasi (tabayyun) menghindari penyebaran berita atau  hal-hal  yang  tidak benar (cek dan ricek) serta menjamin hak cipta  orang lain.

Ketiga mengembangkan kemampuan atau skill individu dalam penggunaan perangkat keras ataupun perangkat lunaknya. Bila  seseorang memahami secara baik terhadap unsur-unsur  ini maka dipastikan penggunaan literasi digital ini akan berjalan sesuai dengan  prosedur formalnya.

Penggunaan seluruh fitur yang ada di literasi digital  ini tentu akan menjadi bahan  yang positif yang sangat bermanfaat bagi diri  secara individu maupun  bagi masyarakat luas. Kondisi  seperti ini perlu disampaikan kepada generasi  muda,  khususnya anak-anak  didik di setiap lembaga pendidikan yang notabenenya sebagai lahan penanaman karakter  ini agar mereka tumbuh menjadi  generasi yang produktif dan bermanfaat.

Dengan mengembangkan  konsep tersebut diharapkan generasi  muda Indonesia semakin semangat dalam berliterasi yang menjadikan mereka lebih   cerdas dan unggul guna meraih masa depan  gemilang. (*)

Editor : Arief
Opini