Karhutla HSU Kembali Terdeteksi, 1,3 Hektare Lahan Gambut di Banjang Terbakar

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 11:59 WIB
UPAYA: Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan karhutla di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, HSU. Kebakaran menghanguskan sekitar 1,3 hektare lahan gambut.
UPAYA: Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pembasahan karhutla di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, HSU. Kebakaran menghanguskan sekitar 1,3 hektare lahan gambut.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Kali ini, api membakar lahan gambut di Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang.

Satu titik panas atau hotspot terdeteksi di kawasan tersebut pada Sabtu (12/9/2026). Berdasarkan sumber NASA-SNPP, titik panas berada di koordinat -2.45917 lintang dan 115.37119 bujur dengan tingkat kepercayaan kategori medium.

Hasil pengecekan petugas di lapangan menunjukkan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,3 hektare.

Lahan Gambut Dipenuhi Semak dan Purun

Area yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi berupa semak belukar, bondong, dan purun. Kondisi tersebut membuat penanganan tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan.

Petugas juga melakukan pembasahan untuk mencegah bara di dalam tanah kembali memicu api.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep mengatakan, petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Petugas langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan BPBD, aparatur desa, serta masyarakat setempat,” ujarnya kepada media ini, Minggu (13/9/2026).

Petugas Gabungan Turun Padamkan Api

Penanganan karhutla dilakukan secara terpadu. Personel Polsek Banjang, Polres HSU, TNI, BPBD HSU, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) HSU, BPK Banjang, serta masyarakat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran.

Petugas menggunakan pompa portabel milik BPBD HSU dan Polres HSU untuk melakukan pemadaman sekaligus pembasahan di area yang terbakar.

Pembasahan menjadi langkah penting karena lokasi merupakan lahan gambut. Bara yang tertinggal di dalam lapisan tanah berpotensi kembali menyala meski api di permukaan telah padam.

Api Terlihat Sejak Dini Hari

Berdasarkan keterangan masyarakat Desa Beringin, api disebut mulai terlihat sejak Kamis (10/9) sekitar pukul 00.56 Wita.

Penanganan kemudian terus dilakukan hingga Sabtu (12/9). Petugas bersama warga masih menyisir area yang terbakar untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi kembali membesar.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala. Salah satunya minimnya sumber air di sekitar lokasi.

“Pemadaman dilakukan secara terpadu. Namun, petugas masih terkendala minimnya sumber air,” kata Asep.

APL, Petugas Fokus Cegah Api Kembali

Lahan yang terbakar diketahui berstatus area penggunaan lain (APL). Karena berada di kawasan gambut, petugas harus melakukan pembasahan secara menyeluruh agar bara api di dalam tanah tidak kembali menyala.

Petugas gabungan bersama warga terus melakukan pemadaman dan pembasahan di titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan asap maupun api.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terlebih di tengah kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Editor : Eddy Hardiyanto
Banjang karhutla HSU lahan gambut