Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kotabaru Tiga Tertinggi Kasus Kematian Ibu di Kalsel, Pemkab Bentuk Tim Khusus Seret Lintas Sektor

Jumain Radar Banjarmasin • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:05 WIB
SERIUS:Rapat Pembentukan Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi. 
Foto: Dinas Kesehatan Kotabaru. 
SERIUS:Rapat Pembentukan Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi.  Foto: Dinas Kesehatan Kotabaru. 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Kotabaru masih menjadi rapor merah yang mendapat sorotan tajam. Dalam dua tahun terakhir, Bumi Saijaan masuk tiga tertinggi sebagai daerah dengan kasus AKI tertinggi di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengambil langkah taktis. Melalui Dinas Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida), Pemkab resmi membentuk Tim Koordinasi Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Reproduksi, Kamis (9/7).

Rapat pembentukan yang digelar di Ruang Koordinasi Baperida Kotabaru ini dihadiri lintas sektor. Mulai dari Dinas Kesehatan, Diskominfo, DPPPA-PPKB, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, hingga berbagai mitra kesehatan. 

Tim ini nantinya bakal menjadi motor penggerak utama untuk mengintegrasikan program, kebijakan, serta anggaran demi menyelamatkan nyawa para ibu.

Kabid Perencanaan Sosial Budaya, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Baperida Kotabaru, Rakhmawaty menegaskan, pembentukan tim ini menjadi langkah strategis agar ego sektoral bisa dikikis. Selama ini, program kesehatan dinilai masih berjalan sendiri-sendiri.

"Tujuan tim koordinasi ini untuk mengakomodir dan mengintegrasikan perencanaan dengan penganggaran. Kita semua tahu, beberapa tahun terakhir Kotabaru masuk tiga besar, bahkan tertinggi di provinsi. Melalui tim ini, kita ingin tren AKI bisa ditekan secara terarah," tegas Rakhmawaty.

Ia pun mengajak seluruh instansi membuang ego sektoral. 

"Mari kita kuatkan komitmen bersama demi terwujudnya pelayanan kesehatan ibu yang lebih baik di Kotabaru," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru melalui Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK), Akhmad Saleh, tidak menampik bahwa tingginya AKI di Kotabaru terus menjadi sorotan utama di level provinsi.

Saleh membeberkan, Dinas Kesehatan sebenarnya telah meluncurkan berbagai program intervensi untuk mengerem angka kematian tersebut. Salah satunya dengan memperluas jangkauan fasilitas medis penunjang.

"Berbagai upaya sudah kami lakukan. Termasuk melibatkan dokter spesialis secara langsung. Mereka tidak hanya bertugas di rumah sakit rujukan, tetapi kita turunkan juga ke Puskesmas-puskesmas untuk menangani dan memantau langsung ibu hamil yang berisiko tinggi," pungkas Saleh.

Terakhir ia berharap dibentuknya tim lintas instansi ini, skema penganggaran dan intervensi medis di lapangan bisa lebih tepat sasaran, sehingga Kotabaru bisa segera lepas dari bayang-bayang tingginya angka kematian ibu.

Editor : Arif Subekti
#Kotabaru #angka kematian ibu dan anak #Koordinasi Lintas Sektor