RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru - Kecelakaan laut di perairan Labuan Mas, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kotabaru, menyisakan duka mendalam.
Suasana haru pecah di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru saat jenazah juragan KM Mega Harapan, Muhammad Alwi (40), tiba bersama lima anak buah kapal (ABK) yang selamat, Selasa (16/6) malam.
Ambulans Desa Labuan Mas yang membawa rombongan korban tiba sekitar pukul 21.00 WITA setelah menempuh perjalanan darat selama 2,5 jam. Jenazah Muhammad Alwi langsung menjalani pemeriksaan medis sebelum proses otopsi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami cedera berat berupa patah tulang hidung dan luka dalam pada bagian mata akibat benturan keras.
Baca Juga: Kapal Nelayan Terbelah Dua di Kotabaru, Kapten Tewas dan ABK Hilang
Sementara itu, lima ABK yang selamat masih mengalami trauma berat. Mereka tampak terduduk lemas di koridor rumah sakit sambil menunggu proses visum. Salah seorang korban juga harus mendapat perawatan karena mengalami luka robek pada lutut.
Kesaksian ABK Selamat KM Mega Harapan
Di tengah suasana duka, salah seorang ABK yang selamat, Alimuddin (43), mengungkap detik-detik tabrakan yang diduga melibatkan kapal lain di perairan Labuan Mas.
Menurut Alimuddin, kondisi di atas KM Mega Harapan sebelum kejadian berlangsung normal. Empat rekannya sedang beristirahat, sementara ia memasak di dapur kapal. Saat itu Muhammad Alwi berada di kemudi.
"Saat itu saya sedang memasak dan tidak menyadari adanya kapal lain yang mendekat. Tiba-tiba terjadi benturan yang sangat keras. Dalam seketika, saya sudah berada di dalam air," ungkapnya.
Alimuddin mengaku masih merasakan nyeri hebat setelah selamat dari insiden tersebut.
"Saya tidak tahu pasti apakah luka bakar dan nyeri ini akibat benturan fisik dengan lambung kapal atau karena tersiram air dan minyak panas dari kompor saat saya memasak," tuturnya.
Satu ABK Masih Hilang
Pemilik KM Mega Harapan, Rulli Dandi, yang juga kerabat korban meninggal dunia, mengaku terpukul atas musibah tersebut. Apalagi hingga kini satu ABK bernama Gilang (23) masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian di perairan Labuan Mas.
Dandi berharap kapal yang diduga menabrak KM Mega Harapan dapat segera diidentifikasi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kapal tersebut diduga berbahan besi dengan corak putih-biru.
"Kami berharap kapal penabrak dapat segera diidentifikasi dan pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa ini," katanya.
Menjelang tengah malam, belasan anggota keluarga dan korban selamat masih bertahan di RSUD PJS Kotabaru untuk mengawal proses otopsi. Jenazah Muhammad Alwi kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Hilir Muara sekitar pukul 23.00 WITA. (*)
Editor : M. Ramli Arisno