Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Miris, Nakes di Tapin Terpaksa Turun ke Kota untuk Kirim Laporan Gegara Terkendala Sinyal dan Listrik

Rasidi Fadli • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:06 WIB
Puskesmas Piani, Tapin yang berada di wilayah pegunungan terkendala sinyal dan listrik dalam program digitalisasi. (Eva untuk Radar Banjarmasin) 
Puskesmas Piani, Tapin yang berada di wilayah pegunungan terkendala sinyal dan listrik dalam program digitalisasi. (Eva untuk Radar Banjarmasin) 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Transformasi digital di sektor kesehatan mulai diterapkan di UPTD Puskesmas Piani. Berbagai layanan hingga pelaporan kesehatan kini memanfaatkan sistem berbasis aplikasi guna mempercepat proses pencatatan data dan meningkatkan efisiensi pelayanan.

Namun, penerapan digitalisasi di wilayah pegunungan tersebut belum berjalan maksimal. Kendala utama masih berasal dari lemahnya jaringan internet serta seringnya terjadi pemadaman listrik yang menghambat operasional pelayanan berbasis digital.


Kepala UPTD Puskesmas Piani, dokter Muriandono Budi Susetyo, mengatakan penggunaan aplikasi sebenarnya sangat membantu tenaga kesehatan dalam melakukan pencatatan dan pelaporan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. 

"Hanya saja, kondisi infrastruktur di Kecamatan Piani masih menjadi tantangan yang cukup besar," tuturnya.

Akibat keterbatasan jaringan internet, tidak jarang tenaga kesehatan maupun pegawai puskesmas harus menuju pusat kota hanya untuk memperoleh sinyal yang lebih baik agar laporan dapat dikirim ke sistem. Kondisi tersebut tentu menyita waktu dan mengurangi efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

"Digitalisasi tetap kami jalankan, tetapi memang terkendala kualitas sinyal dan pasokan listrik yang belum stabil. Karena itu, terkadang petugas harus mencari lokasi yang memiliki jaringan lebih baik agar pelaporan bisa segera dikirim," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Puskesmas Piani tetap berkomitmen menjalankan transformasi digital secara bertahap. Seluruh pelaporan kesehatan tetap diupayakan selesai sesuai ketentuan, meskipun membutuhkan waktu lebih lama dibanding daerah dengan infrastruktur yang lebih memadai.

Menurutnya, keberhasilan digitalisasi pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada kesiapan sumber daya manusia maupun aplikasi yang digunakan, tetapi juga sangat ditentukan oleh dukungan infrastruktur dasar.

Pihaknya berharap pemerintah dan instansi terkait dapat terus meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi serta kestabilan pasokan listrik di Kecamatan Piani. Dengan dukungan tersebut, pelayanan kesehatan berbasis digital diyakini dapat berjalan lebih optimal, cepat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah pegunungan Kabupaten Tapin.

Editor : M Oscar Fraby
#pegunungan #Tapin #Kalsel #Puskesmas