RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Tapin meningkat menjadi 30 titik hingga Kamis (25/6/2026) pukul 16.00 Wita.
Di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) itu, tim gabungan BPBD Tapin berhasil memadamkan kebakaran semak belukar di Kecamatan Binuang sebelum api meluas.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), hotspot tersebar di sejumlah kecamatan.
Tapin Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 12 titik, disusul Lokpaikat delapan titik, Binuang tujuh titik, Salam Babaris dua titik, dan Bungur satu titik.
“Pemantauan hotspot terus kami lakukan bersama seluruh unsur terkait sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Karhutla Berhasil Dikendalikan
Di tengah meningkatnya jumlah hotspot, BPBD Tapin juga menangani kebakaran lahan di Jalan By Pass Kilometer 88, Kecamatan Binuang.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.28 Wita itu menghanguskan semak belukar seluas sekitar setengah hektare. Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Mendapat laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil tangki untuk memadamkan api.
“Alhamdulillah titik api berhasil dipadamkan dan tidak sempat meluas ke area lain. Saat ini kondisi sudah aman dan terkendali,” kata Muhammad Nor.
Pemantauan Dilakukan 24 Jam
Meski kondisi di lokasi kebakaran telah aman, Muhammad Nor mengingatkan seluruh pihak agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena cuaca panas mulai terjadi di sejumlah wilayah Tapin.
BPBD Tapin melalui Pusdalops-PB terus melakukan pemantauan selama 24 jam menggunakan jaringan radio komunikasi repeater VHF, layanan pesan singkat, serta koordinasi dengan instansi terkait, relawan, satgas, dan masyarakat.
Petugas piket posko juga menjalankan monitoring dan pelaporan berkala agar setiap potensi bencana dapat ditangani secepat mungkin.
Muhammad Nor mengimbau personel TRC, satgas, operator Pusdalops, hingga masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan sehingga kebakaran tidak meluas,” tegasnya. (*)
Editor : M. Ramli Arisno