Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ghana vs Kroasia, Duel Penentu Nasib

M
Penulis: M Oscar Fraby❯
Luka Modric
Luka Modric

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PHILADELPHIA – Kroasia dan Ghana akan saling berhadapan pada laga terakhir Grup L Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Minggu (28/6) pagi WITA. Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim menuju babak 32 besar. Hasil imbang sudah cukup mengantar keduanya lolos, namun Kroasia datang dengan misi wajib menang demi mengamankan peluang sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Ghana saat ini berada di posisi kedua dengan empat poin, sejajar dengan pemuncak klasemen Inggris. Kroasia menempati urutan ketiga dengan tiga poin setelah menundukkan Panama. Meski demikian, kemenangan saja belum menjamin kelolosan Kroasia jika selisih gol tetap negatif.

Kedua tim sama-sama mencatat kemenangan tipis 1-0 atas Panama. Perbedaannya, Kroasia sebelumnya kalah 2-4 dari Inggris, sementara Ghana mampu menahan sang pemuncak klasemen dengan hasil imbang tanpa gol.

Advertisement

Kroasia, yang finis ketiga pada Piala Dunia 2022, kini menghadapi masalah performa skuad yang menua. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic menilai kekalahan dari Inggris sebagai pertahanan bola mati terburuk sepanjang masa kepelatihannya. Ia juga tidak puas dengan kemenangan tipis atas Panama.

Dipimpin Luka Modric, Kroasia tetap mengandalkan pengalaman di turnamen besar untuk menghindari kejutan. Namun, Dalic harus menemukan keseimbangan antara intensitas permainan dan kelemahan fisik skuad yang mulai menua.

Kemenangan atas Panama lalu memang menjaga peluang Kroasia untuk lolos dari Grup L. Namun, Zlatko Dalic menegaskan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum menghadapi Ghana.

Advertisement

Organisasi pertahanan menjadi salah satu aspek yang paling disorot oleh sang pelatih. Ia menilai performa timnya harus meningkat di semua lini jika ingin menghadapi tantangan yang lebih berat pada fase berikutnya.

"Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya bahagia dengan permainan kami, terutama pada babak pertama. Namun saya akan melupakan pertandingan ini dan mulai fokus pada apa yang menanti kami berikutnya,” katanya usai laga melawan Panama.

Di sisi lain, Ghana tampil solid di lini belakang. Tim asuhan Carlos Queiroz berhasil membuat Inggris frustrasi dan bangkit setelah persiapan yang kurang meyakinkan. Sebelum turnamen, Ghana sempat kalah empat kali beruntun hingga berujung pada pemecatan Otto Addo.

Queiroz, yang menjalani Piala Dunia kelima berturut-turut, hanya sempat memimpin satu laga uji coba sebelum turnamen. Meski minim persiapan, pelatih berusia 73 tahun itu mampu mengembalikan kekokohan pertahanan Ghana seperti saat kualifikasi, di mana mereka hanya kebobolan enam gol dari 10 pertandingan. Hingga kini, Ghana belum kebobolan di fase grup.

Advertisement

Artikel Terkait

Main Imbang Tanpa Gol Melawan Inggris, Pelatih Timnas Ghana Sebut Petugas VAR Piala Dunia 2026 Pergi Ngopi

Main Imbang Tanpa Gol Melawan Inggris, Pelatih Timnas Ghana Sebut Petugas VAR Piala Dunia 2026 Pergi Ngopi

Pelatih timnas Ghana, Carlos Queiroz melontarkan kritik bernada satir terhadap penggunaan Video Assistant Referee (VAR) setelah timnya berma

Tampil Dominan, Inggris Gulung Kroasia

Tampil Dominan, Inggris Gulung Kroasia

Timnas Inggris menggulung timnas Kroasia dengan skor tujuh gol tanpa balas pada lanjutan UEFA Nations League 2026/27 di Rijeka, Kroasia,  Mi

Drama Keputusan VAR, Portugal Pulangkan Kroasia

Drama Keputusan VAR, Portugal Pulangkan Kroasia

Portugal memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati pertarungan dramatis menghadapi Kroasia. Sempat tertingg

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer