RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin – Kepulangan jemaah haji asal Banjarmasin mulai berlangsung bertahap. Seiring tibanya para tamu Allah ke tanah air, berbagai catatan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 ikut dibawa pulang sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.
Hingga saat ini, sebanyak 359 jemaah asal Banjarmasin telah kembali dengan selamat. Sementara beberapa kelompok terbang (kloter) lainnya masih menunggu jadwal pemulangan dari Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin Ahmad Sya'rani mengatakan, secara umum pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, masih ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, terutama layanan di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan di kawasan Armuzna yang menjadi titik paling padat selama puncak ibadah haji.
"Kalau secara umum Alhamdulillah pelayanan tahun ini lebih baik. Namun memang masih ada beberapa catatan yang harus menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pelayanan dan mobilisasi jemaah di Armuzna," ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Ia menjelaskan, penerapan skema murur dan tanazul pada musim haji tahun ini cukup membantu mengurangi kepadatan saat perpindahan jemaah, khususnya di kawasan Muzdalifah.
Pergerakan jutaan jemaah dalam waktu bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Karena itu, pola pengaturan arus jemaah terus disempurnakan agar lebih efektif dan aman.
Di sisi lain, fasilitas di tenda Arafah dan Mina dinilai lebih baik. Pendingin udara berfungsi normal, matras tersedia, serta ruang tenda terasa lebih longgar dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun ini kondisi tenda lebih nyaman. Jemaah juga lebih leluasa karena jumlah penghuni per tenda tidak sebanyak tahun lalu," katanya.
Selain pelayanan, Sya'rani juga mengingatkan pentingnya peran ketua regu dan ketua rombongan dalam mendampingi jemaah. Menurutnya, keberhasilan sebuah kloter sangat bergantung pada kemampuan petugas dan pimpinan kelompok dalam mengarahkan jemaah.
Terkait hak jemaah, ia memastikan distribusi air zamzam berjalan lancar. Seluruh jemaah yang telah pulang menerima haknya sesuai ketentuan melalui sistem pendataan yang dilakukan petugas.
"Kami pastikan zamzam sudah diterima jemaah. Jadi tidak perlu lagi membawa atau menyimpan dalam jumlah besar selama perjalanan pulang," jelasnya.
Pasca kepulangan, jemaah juga diminta tetap memperhatikan kondisi kesehatan. Bila mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan kesehatan lainnya, mereka disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Kondisi tubuh setelah perjalanan jauh tentu perlu penyesuaian. Kalau ada keluhan yang mengarah pada gangguan kesehatan serius, sebaiknya segera diperiksakan," pesannya.
Dalam musim haji tahun ini, terda
pat seorang jemaah yang tergabung dalam kloter Banjarmasin yang meninggal dunia setelah kembali ke Indonesia. Pihak Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh hak jemaah telah diserahkan kepada keluarga.
Meski sebagian besar jemaah telah menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar, evaluasi terhadap berbagai aspek pelayanan tetap menjadi perhatian. "Semoga penyelenggaraan haji pada tahun-tahun mendatang dapat semakin baik dan memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah," harapnya.
Editor : M Oscar Fraby