Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

95 Kejadian Angin Kencang di HSS, Perempuan Dibekali Siaga Bencana

M Padil Ihsan • Rabu, 20 Mei 2026 | 19:22 WIB
PEMBEKALAN: Perempuan dari berbagai organisasi keperempuanan di HSS dibekali ilmu kebencanaan. (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)
PEMBEKALAN: Perempuan dari berbagai organisasi keperempuanan di HSS dibekali ilmu kebencanaan. (Foto: M. Padil Ihsan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan - Perempuan memiliki peran krusial saat bencana terjadi. Seringkali menjadi orang pertama yang bertindak untuk menyelamatkan anak dan anggota keluarga.

Karena itu, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menggelar penyuluhan kebencanaan khusus bagi organisasi perempuan di Aula Dinas Kesehatan PPKB HSS, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan ini diikuti berbagai organisasi perempuan, antara lain TP PKK, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, Dharma Wanita Persatuan, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, hingga Nasyiatul Aisyiyah.

Selamatkan Diri Dulu, Baru Bantu Keluarga

Staf Bidang Penata Penanggulangan Bencana BPBD HSS, Sandy Hidayat, menegaskan bahwa masih banyak masyarakat yang panik saat darurat karena tidak tahu harus berbuat apa.

Padahal, langkah pertama yang paling mendasar adalah menyelamatkan diri sendiri.

"Saat terjadinya bencana, yang paling utama adalah keselamatan diri sendiri. Jadi apabila terjadi suatu bencana, segera selamatkan diri," ujar Sandy.

Ia menjelaskan, setelah mampu menyelamatkan diri, barulah seseorang bisa membantu anggota keluarga lainnya.

Edukasi kebencanaan, menurutnya, tidak hanya penting bagi petugas lapangan, tetapi juga bagi ibu rumah tangga dan perempuan di lingkungan masyarakat.

"Peran perempuan saat terjadinya bencana itu sangat penting, terutama untuk menyelamatkan anak mereka," tambahnya.

95 Kejadian Angin Kencang di HSS Sepanjang 2025, Satu Orang Tewas

Sandy juga memaparkan potensi bencana yang paling rawan di wilayah HSS saat ini: pohon tumbang akibat angin kencang saat cuaca ekstrem.

Data BPBD HSS mencatat, sepanjang 2025 terjadi 95 kejadian angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

"Tahun 2025 ada 95 kejadian angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang dan memakan satu korban jiwa," jelasnya.

Warga diminta lebih waspada saat hujan deras disertai angin kencang, dan menghindari berteduh di bawah pohon besar serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar yang berpotensi membahayakan.

Perempuan Bisa Jadi Penggerak Kesiapsiagaan dari Rumah

Ketua GOW Kabupate n HSS, Hj. Misnawati, menegaskan perempuan tidak perlu menjadi petugas lapangan untuk berkontribusi dalam penanggulangan bencana. 

Kesiapsiagaan, menurutnya, bisa dimulai dari lingkungan rumah melalui edukasi sederhana kepada anggota keluarga.

"Peran perempuan sangat penting, mulai dari memberikan edukasi kepada keluarga, menyiapkan kebutuhan darurat, hingga membantu membangun ketangguhan masyarakat," tutur Misnawati.

Melalui penyuluhan ini, diharapkan para perempuan dan organisasi wanita dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
#edukasi kebencanaan organisasi wanita #peran perempuan penanggulangan bencana daerah #penyuluhan bencana