Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tahulah Pian, Bakung Dijadikan Nama Desa di Balangan Setelah Dipilih Para Tetua Karena Ini

M Dirga • Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:29 WIB
DARI TANAMAN: Nama Desa Bakung di Kecamatan Batumandi, Balangan diputuskan tetua kampung.
DARI TANAMAN: Nama Desa Bakung di Kecamatan Batumandi, Balangan diputuskan tetua kampung.

Tahulah pian, di Balangan, Kalimantan Selatan, ada satu tumbuhan endemik bernama bunga bakung. Tumbuhan ini bernama latin Crynum asiaticum L. Tanaman ini berasal dari bagian genus Lilium, masih satu ordo dengan bunga Lily. Daun bakung sering digunakan untuk mengobati patah tulang, bengkak, dan terkilir.

Uniknya, nama Bakung juga tersemat menjadi nama salah satu desa di Kecamatan Batumandi, Balangan. Pemberian nama Bakung berdasarkan dari hasil rembug para tetua kampung.

Pada zaman dahulu, Desa Lok Batu, Kecamatan Batumandi, Balangan terkenal dengan wilayahnya yang sangat luas. Di salah satu wilayah desa tersebut ada sebuah tempat yang penduduknya lumayan ramai. Mereka hidup dengan mengandalkan dari perkebunan karet.

Di tempat itu, terdapat sebuah rawa yang lumayan besar. Rawa tersebut dipenuhi oleh tumbuhan bakung. Tumbuhan ini sangat indah. Dari bunganya yang berwarna putih ini, tercium bau yang sangat harum. Wanginya bahkan semerbak hingga beberapa meter.

Namun yang membuat heran, tumbuhan ini hanya terdapat di rawa yang berada di desa kecil itu saja. Sementara di tempat lain tumbuhan ini tidak ditemukan, sekalipun dengan desa terdekat yang berbatasan langsung dengan desa tersebut.

Suatu ketika, para tetua desa mengadakan rapat. Mereka mempunyai rencana untuk mendirikan sebuah desa yang berdiri secara mandiri, dan terpisah dengan Lok Batu, induk desa mereka. Baik secara administratif maupun secara otonomi.

Seiring dengan perkembangan zaman, para penduduk desa juga bertambah banyak. Niat para tetua desa untuk memekarkan wilayah mereka menjadi desa yang mandiri muncul kembali.

Untuk mendirikan sebuah desa, pastilah diperlukan beberapa syarat tertentu, termasuk nama. Hal ini diperlukan agar para penduduk di wilayah tersebut mempunyai sebuah jati diri yang kuat di mata daerah lain.

"Para tetua desa dan masyarakat berkumpul untuk bermusyawarah, menentukan apa nama yang cocok untuk desa mereka kelak," tutur Pamong Budaya Sejarah dan Nilai Budaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balangan, Halianur saat dibincangi, Ahad (4/8) petang.

Namun, entah mengapa, beberapa nama yang diajukan kala itu terasa kurang pas. Hingga akhirnya musyawarah deadlock, dan dijadwalkan ulang.

Sampai suatu ketika, seorang tokoh masyarakat mengusulkan bagaimana jika desa mereka ini diberi nama Bakung saja. Karena jika merujuk pada kondisi desa yang dipenuhi tumbuhan yang tak terdapat di desa lainnya itu, maka nama tersebut terasa sangat pas untuk desa mereka.

"Selain itu, nama Bakung juga merepresentasikan flora endemik daerah tersebut, dan diharapkan desa tersebut menjadi harum secara filosofis, sesuai wangi bunga Bakung tadi," lanjutnya.

Dengan alasan tersebut, maka pada rapat saat itu memutuskan akan memberikan nama Bakung kepada desa mereka.

Seiring berjalannya waktu, Desa Bakung ingin berdiri sendiri secara resmi, dan bukan bagian dari wilayah Desa Lok Batu lagi.

Hingga akhirnya pada tahun 1979, Desa Bakung mempunyai wilayah administratif dan otonomi pemerintahan tersendiri. Hal itu sesuai dengan SK Mendagri.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#asal usul #endemik #Tumbuhan #Tahulah Pian #Balangan #flora #Desa