Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Masjid As Shalihin, Jasa Menteri Saadillah Era Presiden Soeharto

Muhammad Helmi • Senin, 5 Desember 2022 | 16:44 WIB
WADAH SYIAR: Selain untuk salat berjemaah, Masjid As Shalihin di Desa Kayu Bawang juga kerap mengundang penceramah. | FOTO JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN
WADAH SYIAR: Selain untuk salat berjemaah, Masjid As Shalihin di Desa Kayu Bawang juga kerap mengundang penceramah. | FOTO JAMALUDDIN/RADAR BANJARMASIN
Masjid As Shalihin terletak di Desa Kayu Bawang Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

BARABAI - Dibangun pada tahun 1800-an, Masjid Ash Shalihin punya nama lain: Masjid Saadillah Mursjid.

Nama ini diambil dari seorang tokoh asli Desa Kayu Bawang yang menjadi menteri sekretaris kabinet di era Presiden Soeharto.

Jasanya adalah memugar masjid tua itu pada tahun 1993. Dipugar tanpa mengubah bentuk dan ukuran masjid.

Menteri Saadillah memerintahkan bahan bangunan dari kayu ulin diganti beton. Lalu kerangka besi dipakai untuk bagian menara. Sedangkan bahan plafon diganti triplek.

Atap sirap diganti seng. Pada bagian atas, dua menara penopang kubah dibuat lebih berseni.

Kaca jendela yang mengelilingi menara dihiasi tulisan dan ukiran kaligrafi. Masjid ini dilengkap dua pintu masuk, yaitu akses pintu masuk ke saf perempuan dan ke saf laki-laki.

Lantai teras dibuat di sekeliling bangunan, sehingga bisa menampung jemaah yang tak tertampung di dalam pada salat Jumat maupun salat ied.

Lantai teras dan lantai dalam masjid barbahan batu marmer, sehingga sepanas apapun cuaca, teras lantai tetap terasa dingin. Di bagian kanan bangunan merupakan tempat wudu dan di bagian belakang dilengkapi toilet.

Terdapat pula sebuah beduk tua, dari kulit sapi yang dipajang di bagian belakang karena tidak dipakai lagi sebagai bunyi penanda waktu salat pada zaman dulu.

Masjid As Shalihin selalu terjaga kebersihannya. Selain itu, semua warga Desa Kayu Bawang senantiasa memakmurkannya.

"Sesuai pesan almarhum Saadillah Mursjid kepada kami agar bangunan ini dirawat dan dijaga kebersihannya. Beliau juga berpesan kepada masyarakat di desa ini agar senantiasa memakmurkan masjid ini," kata Kahliril warga sekitar.

Selain tempat ibadah, warga juga menjadikannya sebagai pusat syiar Islam. Marbotnya kerap mengundang para dai.
Setiap sore masjid digunakan untuk belajar pendidikan Alquran. Saban malam, juga ada tadarus. Tidak terkhusus saat bulan ramadan. Diikuti anak-anak, hingga orang dewasa.

"Fungsi masjid tak hanya tempat ibadah salat. Tapi juga kegiatan syiar Islam serta kegiatan sosial lainnya," pungkasnya. (mal/gr/fud)
Editor : Muhammad Helmi
#Tahulah Pian