Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kain Kayu Dayak

M
Penulis: M. Syarifuddin❯
Photo
Photo
TANJUNG - Baju khas suku Dayak di Kabupaten Tabalong ternyata dibuat dari berbagai jenis kayu. Bisa menggunakan jenis kayu Nyamu, kayu Terap Hundang, dan Kapoak. Semua kayu yang digunakan menjadi kain itu cukup diambil kulitnya.

Budayawan Tabalong, Masdulhak Abdi mengatakan kayu-kayu tersebut biasa hidup di hutan tropis Tabalong. Khusus kulit kayu Kapoak memiliki struktur yang sangat berserat padat. "Jika diolah menjadi kain sangat kuat," terangnya, baru-baru tadi.

Kekuatan kulit kayu itu pada zaman dulu juga digunakan suku Dayak untuk membuat aneka kebutuhan rumah tangga lainnya. Tidak sekadar kain untuk pakaian. "Bisa digunakan untuk membuat alat pengangkut, tali pengikat, bahkan dinding rumah," bebernya.

Perkembangan zaman semakin modern, kulit kayu khas Dayak itu dikembangkan menjadi tas, sepatu, selendang, dan banyak produk lainnya. "Biasanya, kulit kayu yang diolah untuk pakaian digunakan sebagai perlengkapan upacara adat," terangnya.

Sedangkan dalam penggunaannya secara keseharian, Masdulhak Abdi menerangkan ada tiga fungsi. Sosial, budaya, dan ekonomi. Fungsi sosialnya menjamin terjadinya pengembangan kepribadian yang diturunkan dari orang tua ke anaknya. Fungsi di bidang kebudayaan, kulit kayu mengandung nilai-nilai yang dianut dari kalangan masyarakat.

Fungsi ekonomi karena sekarang pakaian kulit kayu semakin diminati, dan memiliki nilai jual yang dapat menambah penghasilan bagi perajinnya.

Untuk di Tabalong, Masdulhak Abdi menyebut ada beberapa perajin yang dapat menerima pesanan. Salah satunya suku Dayak di Desa Pangelak Kecamatan Upau.(ibn/gr/dye)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Defri dan Alvina Jadi Duta Wisata Tapin 2026, Misi Besar Mempromosikan Budaya dan UMKM Lokal

Defri dan Alvina Jadi Duta Wisata Tapin 2026, Misi Besar Mempromosikan Budaya dan UMKM Lokal

Defri dan Alvina terpilih sebagai Duta Wisata Tapin 2026. Keduanya diharapkan mempromosikan wisata, budaya, dan UMKM lokal.

Parade Senja Oktober 2026 di Lapangan Murdjani, Dari Panggung Teater Hingga Atraksi Paskibra

Parade Senja Oktober 2026 di Lapangan Murdjani, Dari Panggung Teater Hingga Atraksi Paskibra

Di tengah keramaian Parade Senja Oktober 2026, panggung terbuka itu menjadi ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas, merawat

Merangkai Tradisi Dayak dalam Anyaman Simpai, dari Hutan Meratus ke Pergelangan Tangan

Merangkai Tradisi Dayak dalam Anyaman Simpai, dari Hutan Meratus ke Pergelangan Tangan

Ramidi merangkai serat tumbuhan hutan menjadi gelang simpai. Uniknya, gelang ini tidak memiliki sambungan karena dibuat langsung di lengan o

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer