
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Relawan Zona Tapin berharap sistem satu arah atau one way kembali diterapkan saat arus balik jemaah kegiatan rutin di Musala Ar-Raudhah, Sekumpul, Martapura, menjelang momentum 5 Rajab.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan sebelumnya, sistem satu arah dinilai mampu mempercepat kelancaran arus kepulangan jemaah sekaligus meringankan tugas relawan di sepanjang jalur Kabupaten Tapin.
Koordinator Relawan Zona Tapin, Yusi Rahman mengatakan, penerapan one way memberikan dampak positif terhadap pengaturan lalu lintas, terutama ketika jemaah mulai meninggalkan kawasan Sekumpul.
"Untuk tahun ini, kami berharap one way kembali diterapkan. Namun, tentunya kami tetap menunggu arahan dari Polda Kalsel maupun Posko Induk Sekumpul," ujarnya, Selasa (3/11/2026) malam.
Yusi menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas tersebut juga membuat waktu pelayanan relawan pada arus balik menjadi lebih singkat dibandingkan dengan pelaksanaan sebelum sistem satu arah diberlakukan.
Ketika one way diterapkan pada 2025, relawan membutuhkan waktu sekitar 36 jam untuk melayani arus kepulangan jemaah hingga akhirnya dapat meninggalkan posko.
Sementara pada pelaksanaan sebelumnya, ketika sistem satu arah belum diterapkan, relawan baru dapat meninggalkan posko setelah tiga hari atau H+3.
"Perbedaannya cukup terasa. Saat ada one way, sekitar 36 jam kami berjibaku melayani jemaah pada arus balik dan sudah bisa meninggalkan posko. Sedangkan ketika belum ada one way, relawan baru bisa meninggalkan posko setelah H+3," ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan relawan Tapin untuk kembali mengusulkan penerapan sistem satu arah pada kegiatan mendatang.



