Keberhasilan itu pun membuat para petinggi Adaro hadir langsung memanen ikan di kolam milik ponpes yang rata-rata seberat delapan ons perekor tersebut, Sabtu (13/5).
Direktur Operasional PT Adaro Indonesia Wahyu Sulistiyo dan Ketua Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) Okty Damayanti, serta sejumlah petinggi lainnya yang berkantor di Jakarta hadir langsung ke acara.
Bahkan mereka juga bersama warga pondok pesantren Miftahul Ulum, mengawali dimulainya usaha baru pondok pesantren yakni pengelolaan ikan patin beku atau frozen fish. Mereka menyiangi patin, mencucinya, menimbang dan mengemasnya menggunakan alat vakum, sampai memasukkan ke dalam alat pendingin.
Sejalan dengan usianya yang ke 31 tahun, Adaro menggelorakan program hidupkan hati, berupa menyaluran 31 ribu paket sembako dan pengolahan ikan patin beku akan menjadi salah satu sajian pangan di dalam paket, khususnya di wilayah Kabupaten Tabalong dan Balangan.
Direktur Operasional PT Adaro Indonesia Wahyu Sulistiyo sangat mengharapkan keberhasilan pengelolaan budidaya ikan patin hingga mampu mengolah dalam bentuk frozen fish patut dicontoh pondok pesantren lainnya. "Mudahan ini contoh inspirasi kesuksesan," tegasnya.
Ia pun menegaskan, pembinaan Adaro diibaratkan tidak sekadar memberikan ikan, tapi juga kailnya, sehingga ke depan santri-santri pondok tidak hanya dapat ilmu agama, tapi juga ilmu berwirausaha.
Ketua Umum YABN, Okty Damayanti, mengisahkan program pembinaan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum sudah berjalan sejak tahun 2019 lalu dengan meluncurkan Program Adaro Santri Sejahtera. "Cita-cita kami sederhana, agar santri bisa sejahtera secara ekonomi," Pungkas Okty.(adv/ibn) Editor : Muhammad Helmi