Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PDIP Desak Moratorium Sawit di Lahan Bekas Karhutla

S
Penulis: Sheilla Farazela❯
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat  memberikan keterangan kepada wartawan. (Sheilla Fazarela/Radar Banjarmasin)
Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat memberikan keterangan kepada wartawan. (Sheilla Fazarela/Radar Banjarmasin) 

Advertisement

 
‎‎RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap hingga 1,3 juta hektare kawasan di Indonesia sepanjang tahun ini memicu reaksi keras dari PDI Perjuangan. 
‎
‎Partai berlambang banteng itu mendesak pemerintah pusat agar memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penanaman kelapa sawit di area bekas kebakaran.
‎
‎Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa kawasan hutan yang rusak akibat amukan si jago merah harus dikembalikan fungsinya sebagai ekosistem hutan, bukan malah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit komersial.
‎
‎"Hutan-hutan yang terbakar harus dikembalikan fungsinya menjadi hutan kembali, tidak dijadikan kawasan perkebunan sawit. Ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, khususnya pemerintah pusat, agar antisipasi dilakukan lebih dini," ujar Djarot di Banjarbaru, Sabtu (31/10/2026).
‎
‎Pernyataan tersebut disampaikannya di sela-sela konsolidasi internal DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang difokuskan untuk mitigasi krisis lingkungan, mulai dari karhutla, kekeringan, hingga ancaman banjir menjelang peralihan musim.
‎
‎Djarot menyoroti parahnya dampak El Nino tahun ini yang tidak hanya merusak ekosistem dan memicu paparan asap pekat bagi warga, tetapi juga menelan korban jiwa dari unsur petugas pemadam kebakaran di lapangan. Atas dasar itu, pemulihan lingkungan secara total menjadi atensi penuh.
‎
‎Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalsel, H.M. Syaripuddin alias Bang Dhin, menginstruksikan seluruh pilar partai dan kader di tingkat tapak agar tidak sekadar beretorika di ruang rapat. Menurutnya, penderitaan masyarakat akibat krisis lingkungan membutuhkan kehadiran nyata lewat aksi cepat tanggap.
‎
‎"Hal yang dibutuhkan publik saat ini adalah tindakan nyata dan konkret. Empati dan simpati saja tidak cukup. Kita semua harus merasakan kesulitan masyarakat dan merespons cepat melalui langkah penanganan yang tepat," tegas Bang Dhin.
‎
‎Sebagai wujud implementasi di lapangan, jajaran DPD PDIP Kalsel langsung bergerak menyalurkan bantuan air bersih, pembagian masker, layanan kesehatan dasar, hingga pembagian bibit pohon kepada seluruh DPC se-Kalsel sebagai gerakan penghijauan jangka panjang.
‎
‎Selain itu, mengantisipasi pergeseran cuaca ekstrem menuju musim penghujan, PDI Perjuangan juga telah menyiagakan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) di berbagai tingkatan guna mengantisipasi potensi bencana susulan seperti banjir dan tanah longsor.
‎
‎

Advertisement

Artikel Terkait

Kerusakan Karhutla Ditaksir Rp12,15 Triliun, Dishut Kalsel Berburu Sumber Dana Reboisasi

Kerusakan Karhutla Ditaksir Rp12,15 Triliun, Dishut Kalsel Berburu Sumber Dana Reboisasi

Kerusakan karhutla Kalsel ditaksir Rp12,15 triliun. Dishut Kalsel menjajaki dana alternatif untuk reboisasi pada 2027.

Bukan Hanya El Nino, Walhi Sebut Karhutla di Kalsel juga Dipicu Rusaknya Lahan Gambut

Bukan Hanya El Nino, Walhi Sebut Karhutla di Kalsel juga Dipicu Rusaknya Lahan Gambut

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Kalimantan Selatan dinilai tidak bisa semata-mata disebabkan oleh faktor c

Gencarkan Modifikasi Cuaca, Sebar 3,6 Ton Garam Atasi Karhutla Kalsel-kalteng

Gencarkan Modifikasi Cuaca, Sebar 3,6 Ton Garam Atasi Karhutla Kalsel-kalteng

Lanud Sjamsudin Noor mengerahkan 14 pesawat dan menyebar 3,6 ton garam dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) lanjutan untuk menanggulangi dar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer