Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalsel Kekurangan Ribuan Guru, Mutu Pendidikan Terancam

M
Penulis: M Oscar Fraby❯
Ilustrasi guru yang sedang mendidik siswa. (Foto: Gemini/Google)
Ilustrasi guru yang sedang mendidik siswa. (Foto: Gemini/Google)

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Dunia pendidikan Kalimantan Selatan tengah menghadapi tantangan serius. Kekurangan tenaga pendidik di jenjang SMA, SMK, dan SLB mencapai lebih dari seribu orang, sebuah angka yang dinilai mengkhawatirkan karena berpotensi menghambat kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah.

Tentu saja, kekurangan guru yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan ini bukan sekadar angka statistik. Kondisi ini berpotensi menurunkan mutu pembelajaran, memperberat beban guru yang ada, serta menghambat pencapaian target pendidikan di Kalsel.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, kekurangan tersebut jumlahnya sekitar 1.140 guru. “Kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipenuhi secara bertahap,” ujarnya saat rapat kerja bersama Komisi IV DPRD Kalsel, Selasa (14/7).

Advertisement

Ia menekankan bahwa koordinasi dengan Kementerian Pendidikan terus dilakukan untuk mencari solusi sesuai regulasi, sembari menyiapkan langkah jangka pendek agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

Sementara, Komisi IV DPRD Kalsel menyoroti permasalah ini. Ketua Komisi IV, Jihan Hanifha, menyebutkan bahwa setiap tahun sekitar 500 guru memasuki masa pensiun, sehingga kebutuhan tenaga pendidik terus meningkat. “Kami mendorong agar pemerintah provinsi segera menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mekanisme pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik,” tegasnya.

Pergub tersebut diharapkan menjadi payung hukum untuk mempercepat penempatan guru sesuai kebutuhan sekolah. DPRD juga meminta agar Disdikbud bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat, khususnya FKIP, agar lulusan baru dapat langsung diarahkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar sesuai bidang keahliannya.

Advertisement

Meski solusi regulasi mulai digagas, persoalan anggaran tetap menjadi tantangan utama. DPRD menekankan bahwa sektor pendidikan harus menjadi prioritas dalam alokasi dana daerah.

“Kami berharap upaya ini dapat mendukung terwujudnya visi dan misi Gubernur dalam RPJMD, sehingga peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya di lapangan,” tekannya.

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Pemuda Tanah Laut Ukir Prestasi di Ajang Pemuda Pelopor Tingkat Kalsel

Tiga Pemuda Tanah Laut Ukir Prestasi di Ajang Pemuda Pelopor Tingkat Kalsel

Tiga pemuda asal Tanah Laut raih prestasi di ajang Pemuda Pelopor Tingkat Kalsel 2026

Baru 12 Tahun, Safira Marwa Nurrida Dipanggil Ikuti Seleksi SLOMPN di Ragunan

Baru 12 Tahun, Safira Marwa Nurrida Dipanggil Ikuti Seleksi SLOMPN di Ragunan

Lifter putri asal Kalimantan Selatan, Safira Marwa Nurrida, dipanggil mengikuti seleksi Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (

Beras SPHP Tersalur 100 Persen di Kalsel, Stok Beras Dipastikan Tersedia hingga Desember 2026

Beras SPHP Tersalur 100 Persen di Kalsel, Stok Beras Dipastikan Tersedia hingga Desember 2026

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kalimantan Selatan dipastikan sudah tersalur 100 persen

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer