Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Menjadi Guru Matematika yang Menyenangkan di Era Digital

Arief • Jumat, 17 Februari 2023 | 05:33 WIB
Ahmadi
Ahmadi
ERA digital mengubah sendi kehidupan, tak terkecuali dunia pendidikan. Kreativitas dan inovasi pembelajaran terus dikembangkan dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang selaras dengan perkembangan teknologi dan infromasi terkini. Tak hanya itu, peningkatan kualitas dan mutu pendidik tentu mutlak terus digalakkan agar semakin meningkatkan kompetensi dan mutu pendidikan.

Penulis: AHMADI
Guru di SMPN 3 Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu


Matematika merupakan mata pelajaran yang ada di setiap jenjang pendidikan, memiliki karakteristik yang berbeda dengan mata pelajaran lainnya. Menurut Sri Wardhani secara umum karakteristik matematika adalah: (1) memiliki objek kajian yang abstrak, (2) mengacu pada kesepakatan berupa istilah (nama) dan simbol/notasi, (3) berpola pikir deduktif, (4) konsisten dalam sistemnya, (5) memperhatikan semesta pembicaraan.

Sehingga penguasaan materi matematika dan mentransfernya menjadi mudah dipahami siswa tentu membutuhkan beberapa faktor penunjang yang berperan penting direalisasikan saat pembelajaran, salah satunya adalah peran guru yang menyenangkan.

Menjadi guru matematika yang menyenangkan tentu menjadi tantangan yang tidak mudah karena guru sebisa mungkin menciptakan suasana belajar yang interaktif, bersahabat, dan tidak membosankan. Apalagi siswa dihadapkan dengan materi baru yang membutuhkan kemampuan dasar yang baik, media atau alat peraga yang terbatas dan guru yang kurang terampil tentunya sulit untuk mencapai tujuan belajar yang optimal.

Guru matematika tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik yang mumpuni, tetapi juga bisa membangun semangat belajar siswa agar semakin betah dan berkonsentrasi selama pembelajaran. Menurut Thomas Gordon dalam bukunya berjudul “Teacher Effectiveness Training”, berisi kutipan ciri guru yang baik adalah guru yang:

1. Tenang dan tidak menunjukkan emosi yang menyala.
2. Tidak mempunyai prasangka yang buruk kepada peserta didik.
3. Dapat menyembunyikan perasaannya dari peserta didik.
4. Memandang sama kepada semua peserta didik.
5. Mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, bebas, motivator dan semangat.
6. Konsisten, tidak berubah-ubah pendirian dan jarang melakukan kesalahan.
7. Pandai, bijaksana dalam memperlakukan siswa dan mampu menjawab pertanyaan siswa.
8. Sanggup memberikan bantuan secara maksimal kepada peserta didik.

Tantangan lain guru matematika di era digital ini berupa mulai tergerusnya inisiatif siswa karena kecanduan menggunakan gawai. Membuka media sosial dan game online yang berlebihan daripada membuka buku pelajaran saat di rumah masing-masing. Kontrol dan pengawasan orang tua yang lemah terhadap penggunaan gadget saat berkumpul keluarga juga menambah kurangnya minat belajar siswa yang berakibat negatif terhadap prestasi belajarnya.

Menjadi guru matematika, sepatutnya pula melihat pandangan atau penilaian siswa terhadap guru bersangkutan selama pembelajaran ataupun di luar pembelajaran. Frand W Hart yang meneliti 3.725 siswa, meminta mencantumkan 10 sifat guru yang paling disukai dan tidak disukai oleh siswa. Sepuluh guru yang disukai adalah:

1. Menerangkan dengan jelas dan memakai contoh-contoh.
2. Riang, gembira dan humoris.
3. Sikap bersahabat.
4. Ada perhatian dan memahami siswa.
5. Membangkitkan keinginan bekerja siswa.
6. Tegas, menguasai kelas, ada rasa hormat siswa.
7. Tidak pilih kasih.
8. Tidak suka ngomel, mencela dan menyindir.
9. Betul-betul mengajarkan yang bernilai bagi siswa.
10. Mempunyai pribadi yang menyenangkan.

Memang menjadi guru matematika tentunya adalah guru yang tak kenal lelah terus memberikan perhatian dan kebaikan untuk anak didiknya. Guru yang dengan sabar terus berkreasi dan berinovasi dalam menemukan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga bisa beradaptasi dengan kemajuan era digital saat ini. Untuk saat ini, banyak sekali sarana pengembangan kompetensi guru yang sudah tersedia oleh pemerintah atau instansi pendidikan yang bisa diikuti secara online ataupun offline.

Baik berupa aplikasi pembelajaran seperti platform “Merdeka Mengajar” ataupun diklat online atau sejenisnya secara daring yang mengupas tema pembahasan aktual seputar dunia pendidikan terkini yang bisa menambah pengetahuan dan pengalaman pendidik dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.

Dengan mengikuti berbagai pelatihan atau diklat secara online, guru matematika bisa menerapkan pembelajaran kelas yang menarik, interaktif dan menyenangkan berupa pelatihan pembuatan dan penggunaan media pembelajaran yang berbasis digital seperti aplikasi Canva, Quizizi dan game edukasi online. Ketika aplikasi tersebut diterapkan di kelas, tentunya ada hal yang baru dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa bisa lebih termotivasi dan mampu meningkatkan kemampuan berpikirnya dengan penyajian kuis dan game edukasi yang menarik. Tetapi tetap esensi atau tujuan pembelajaran jangan sampai hilang selama pembelajaran berlangsung, karena media belajar berfungsi untuk membantu siswa lebih mudah memahami materi belajar dan membuat pembelajaran lebih hidup.

Di samping itu pula, selama pembelajaran matematika, guru juga bisa terus menanamkan karakter positif dengan pembelajaran yang bermakna berupa penyampaian karakter tokoh ilmuan matematika yang bisa diteladani dan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa bisa meneladani dan mengaplikasikan keilmuan tersebut di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat. (fud) Editor : Arief
#Pendidikan #Opini Guru