Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madrasah Seru Tanpa Perundungan

a
Penulis: admin❯
Bihman, S. Ag
Bihman, S. Ag

Advertisement

Oleh: Bihman, S. Ag
Guru MTsN 3 Tanah Bumbu

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai bentuk komitmen negara terhadap perlindungan, pemenuhan hak, dan kesejahteraan anak-anak. Tahun 2026, peringatan Hari Anak Nasional mengusung semangat baru dengan tema utama "Sayangi  Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan t". Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan panggilan nyata bagi semua pihak orang tua, pendidik, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan membahagiakan bagi anak-anak

Madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama berkomitmen memperkuat sinergi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah anak dengan merangkul berbagai elemen pendukung.  Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan perlindungan yang menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, hingga ruang digital.

Advertisement

 Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan kepada satu elemen saja. Karena itu, madrasah di bawah koordinasi Kementerian Agama terus memperkuat kolaborasi tersebut  dengan melibatkan berbagai lembaga untuk memastikan setiap anak Indonesia khususnya di setiap madrasah  telah memperoleh hak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman.

Madrasah ramah anak yang menciptakan keseruan tanpa adanya perundungan ataupun bullying  di setiap sesi kegiatan apapun. Upaya ini tentunya telah dirancang dengan sungguh-sungguh  dengan  perkuat  Kurikulum Berbasis Cinta  ( Kur Merdeka dengan muatan KBC ) yang menanamkan nilai kasih sayang sejak dini di lingkungan pendidikan, keluarga, ruang publik maupun media sosial  dan  ruang digital.

Sinergi  yang dibangun dengan  membentuk  jaringan  lintas sektoral  tentunya menjadi sangat urgen sebab tantangan untuk membangun benteng  perlindungan anak dewasa ini semakin kompleks. Selain lingkungan pendidikan yang menjadi titik sentral kegiatan utama,  anak juga menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sosial, termasuk dalam era digital global yang memerlukan penanganan secara bersama-sama dari semua pihak.

Advertisement

Dengan Kurikulum Merdeka Berbasis Cinta ( KBC ) madrasah ingin memastikan jika nilai-nilai kasih sayang itu tidak hanya diberikan dan diajarkan kepada murid sewaktu madrasah saja, akan tetapi model KBC ini juga dijadikan sebagai  budaya bersama yang penerapannya melibatkan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Anak-anak Indonesia wajib  memperoleh ruang yang aman dan nyaman di rumah, sekolah, ruang publik, maupun ruang digital. Karena itu, seluruh pihak harus menghadirkan pola pengasuhan yang bebas dari kekerasan. Untuk  mengimplementasi komitmen tersebut maka  Kementerian Agama republik Indonesia meluncurkan satu program  Gerakan Nasional Madrasah dan Pesantren Ramah Anak yang mendukung Kurikulum Merdeka  dengan  Berbasis Cinta Kasih Sayang, serta penguatan kapasitas pendidik dan pengasuh,

Komitmen ini terus dihadirkan  di setiap ekosistem jenjang  pendidikan sehingga madrasah benar-benar menjadi kawasan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak. Sinergi  ini  tentu di bangun dengan melibatkan semua pihak, baik lintas kementerian  ataupun lembaga sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang ramah anak guna mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia emas 20245.

Madrasah Seru Tanpa Perundungan

            Madrasah memiliki peran krusial dalam mencegah dan mengatasi perundungan (bullying) melalui pendekatan formal, moral, dan spiritual. Oleh sebab itu ada  beberapa peran utama madrasah dalam mengantisipasi perundungan di kalangan murid, Pertama memberikan penguatan Pendidikan Akhlakul Karimah dan Karakter, dimana  setiap murid dibimbing dan tanamkan nilai-nilai kasih sayang, saling  menghormati dan  mengembangkan nilai ukhuwah Islamiyah sebagai integritas nilai  agama ke dalam kegiatan proses pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas.

Advertisement

Artikel Terkait

Waspada, Maling Marak  Beraksi di Sekolah-Sekolah di Banjarmasin

Waspada, Maling Marak Beraksi di Sekolah-Sekolah di Banjarmasin

Aksi pencurian di lingkungan sekolah marak terjadi di Banjarmasin. Tidak hanya uang kas SDN Sungai Andai 3 Banjarmasin sebesar Rp12 juta yan

Di Era Handphone, Perpustakaan Sekolah di Kotabaru Dituntut Lebih Menarik

Di Era Handphone, Perpustakaan Sekolah di Kotabaru Dituntut Lebih Menarik

Sebanyak 76 pengelola perpustakaan sekolah di Kotabaru mengikuti bimtek untuk meningkatkan layanan dan memperkuat budaya literasi.

ISPU HSS Tembus 1.100, Sejumlah Sekolah Kembali Terapkan PJJ akibat Kabut Asap

ISPU HSS Tembus 1.100, Sejumlah Sekolah Kembali Terapkan PJJ akibat Kabut Asap

ISPU HSS dilaporkan menembus 1.100 akibat kabut asap. Sejumlah sekolah menerapkan PJJ dan memulangkan siswa lebih awal.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer