Tidak tanggung-tanggung, cabang olahraga (cabor) sepak takraw berhasil mengawinkan dua medali emas dari nomor bergengsi, kuadran putra dan putri.
Dalam laga final yang berlangsung sengit, Senin (3/11), tim putri Kotabaru tampil dominan dan sukses menumbangkan perlawanan musuh bebuyutannya, tim Tanah Bumbu. Kemenangan ini juga diraih tim putra yang tampil heroik dengan mengalahkan Kabupaten Banjar.
Kemenangan ganda ini diraih berkat perjuangan para atlet andalan Bumi Saijaan. Tim putra kategori kuadran diperkuat oleh Haerul Fahmi, Nanda, Syarif, Junaedi, Amin Rais, dan Muhammad.
Sementara di tim putri, medali emas dipersembahkan oleh skuad tangguh yang terdiri dari Susly Santika, Mely Agustina, Sadira, Intan, Kartika, dan Mariandini.
Pelatih tim takraw Kotabaru, Naharudin, tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas pencapaian ini.
Ia menceritakan, perjuangan di babak final sangat menegangkan, namun anak asuhnya mampu tampil lepas dan percaya diri.
Menurut Naharudin, kemenangan ini terasa lebih manis karena menjadi ajang balas dendam yang tuntas atas kekalahan mereka di ajang sebelumnya di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
"Pertandingan tadi benar-benar menegangkan. Dan kemarin di Porprov Kalsel di HSS kami kalah, Alhamdulillah hari ini kita bisa membalas kekalahan di Kandangan itu," ungkap Naharudin saat dihubungi, Senin (3/11).
Ia menegaskan, kemenangan balasan ini diraih dengan skor yang sangat meyakinkan. "Kami menang dengan skor telak 2-0,” tambahnya.
Naharudin juga membeberkan bahwa skuad emas ini didominasi oleh putra-putri daerah yang berasal dari wilayah pesisir Kotabaru. Pembinaan yang fokus di daerah tersebut terbukti membuahkan hasil maksimal.
"Atlet-atlet yang kami latih ini dominasinya berasal dari Tanjung Selayar dan Kecamatan Pulau Laut Barat," jelasnya.
Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah sukses mengawinkan medali emas, Naharudin mengaku perasaannya campur aduk antara bangga, lega, dan terharu melihat perjuangan anak asuhnya di lapangan.
Ia pun tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pihak-pihak yang telah mendukung penuh proses persiapan tim, terutama selama pemusatan latihan (TC) berlangsung.
"Perasaan saya jujur campur aduk dan sangat terharu. Selama TC, kami berterima kasih sekali kepada Disparpora dan KONI Kotabaru. Kami sangat terbantu karena dapat difasilitasi gedung untuk berlatih," tuturnya.
Kemenangan ganda ini tidak hanya menjadi catatan sejarah baru bagi takraw Kotabaru, tetapi juga menjadi sebuah harapan besar.
Naharudin secara jujur berharap prestasi tertinggi yang telah dipersembahkan ini dapat membuka mata pemerintah daerah untuk memberikan perhatian lebih, terutama dalam hal fasilitas latihan yang lebih representatif ke depannya.
"Jujur, dari kami para pelatih, dengan prestasi yang sudah kami berikan ini, kami sangat berharap bisa mendapatkan fasilitas latihan yang lebih baik lagi nanti kedepannya," tutupnya.
Editor : Sutrisno