Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Bhayangkara ke-80, Prabowo Ingatkan Polri

a
Penulis: admin❯
HORMAT: Presiden Prabowo Subianto di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7). (Setpres)
HORMAT: Presiden Prabowo Subianto di Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7). (Setpres)

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BOGOR - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas mengenai penegakan hukum saat memberikan arahan dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Bogor, Jabar, Rabu (1/7).

Di hadapan seluruh personel Polri yang hadir, dia mengingatkan agar hukum tidak dijadikan alat balas dendam politik. Mulanya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara hukum harus terus berusaha menegakkan keadilan.

Dia meminta hukum dihormati dan dihargai. Baginya, hukum tidak ubahnya pelindung bagi rakyat. Sehingga harus digunakan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh rakyat Indonesia.

Advertisement

”Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik,” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa hukum tidak boleh digunakan oleh satu kelompok atau kelompok tertentu. Prabowo juga menyatakan, bahwa tidak boleh ada kriminalisasi di Indonesia. Apalagi sampai terjadi penyalahgunaan wewenang.

Maka ia menegaskan agar tidak ada yang kebal terhadap hukum. “Saya tekankan kembali, rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya,” tekannya.

Advertisement

Tahun ini, Polri memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengangkat tema Polri untuk Masyarakat. Menurut Prabowo, tema tersebut sangat tepat. Sebab, itulah jati diri Polri. Sehingga tema tersebut harus menjadi arah pengabdian dan kompas moral bagi seluruh insan Bhayangkara. “Polri hadir untuk rakyat, Polri bekerja untuk rakyat, Polri harus melindungi rakyat, Polri mengabdi kepada bangsa dan negara,” pesan Prabowo.

Sisi lain, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

Ketua DPRD HSS Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

Ketua DPRD HSS Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri untuk Masyarakat

Ketua DPRD HSS, H Akhmad Fahmi menghadiri rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar Polres HSS, Rabu (1/7/2026)

Peringati Hari Bhayangkara, Bupati HSU Puji Dedikasi Polres HSU Layani Masyarakat

Peringati Hari Bhayangkara, Bupati HSU Puji Dedikasi Polres HSU Layani Masyarakat

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), H Sahrujani dan Hero Setiawan menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-80

Hari Bhayangkara Ke-80, Ketua DPRD Balangan Harapkan Polri Makin Profesional dan Dekat Warga

Hari Bhayangkara Ke-80, Ketua DPRD Balangan Harapkan Polri Makin Profesional dan Dekat Warga

dedikasi Polri menjaga stabilitas keamanan mendapat apresiasi khusus dari jajaran DPRD Balangan di momen Hari Bhayangkara ke-80

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer