Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Temui Putin, Kerja Sama Militer Semakin Serius

a
Penulis: admin❯
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Istimewa)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4). (Istimewa)

Advertisement

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan pemerintah Rusia terhadap bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok negara BRICS. Hal ini menjadi langkah penting bagi penguatan posisi Indonesia di kancah global.

BRICS merupakan kelompok negara berkembang utama yang berfungsi sebagai forum kerja sama ekonomi, politik, hingga keamanan. BRICS beranggotakan Brasil, Rusia, India, Cina, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Etiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

“Saya datang hari ini intinya adalah untuk mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin dan Pemerintah Rusia atas dukungan Rusia kepada Indonesia. Pertama, kami diterima begitu cepat di BRICS,” ujar Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Putin di Kremlin, Moskow, Senin (13/4).

Advertisement

Putin dalam kesempatan yang sama menyambut baik keanggotaan Indonesia dalam BRICS. Ia menilai keanggotaan Indonesia membuka peluang baru bagi penguatan hubungan kedua negara. “Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita,” kata Putin.

Putin terbuka menjalin kerja sama berbagai bidang dengan Indonesia. Salah satu kerja sama adalah di bidang ekonomi dan perdagangan. Putin menyebut kerja sama di bidang itu naik 12 persen.

Di awal 2026, perdagangan bilateral memang sedikit melambat, namun kedua negara tetap mengupayakan berbagai solusi. Salah satunya mengupayakan adanya pertemuan bilateral. Alhasil, sejumlah kerja sama terjalin dengan baik, yakni di bidang energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi.

Advertisement

Bahkan, Indonesia dan Rusia serius untuk bekerja sama di bidang militer, yakni di sektor pendidikan. “Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang militer, antara lain di bidang pendidikan,” kata Putin. 

Untuk kerja sama berbagai bidang itu, Putin menegaskan Kementerian Luar Negeri kedua negara sangat erat berinteraksi.

Advertisement

Artikel Terkait

25 ASN HSS Masuk Pelatihan Militer 45 Hari, Apa Saja yang Akan Mereka Jalani?

25 ASN HSS Masuk Pelatihan Militer 45 Hari, Apa Saja yang Akan Mereka Jalani?

Sebanyak 25 ASN HSS mengikuti latihan dasar militer Komcad selama 45 hari untuk memperkuat disiplin dan semangat bela negara.

Ada Peserta Program SPPI Meninggal Dunia, DPR Minta Evaluasi Program Latsarmil

Ada Peserta Program SPPI Meninggal Dunia, DPR Minta Evaluasi Program Latsarmil

Komisi I DPR RI menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersi

Pembinaan Ala Barak Militer Dinilai Efektif, Gusti Iskandar: Bisa Diterapkan di Kalsel

Pembinaan Ala Barak Militer Dinilai Efektif, Gusti Iskandar: Bisa Diterapkan di Kalsel

Wacana program pembinaan khusus ala barak militer mulai menguat di Banjarmasin. Pemerintah Kota Banjarmasin menjadi yang pertama menyatakan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer