Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Warung Makan Buka di Bulan Ramadan, MUI Minta Tak Ada Sweeping

a
Penulis: admin❯

BUKA SIANG: Warteg yang buka berjualan saat bulan Ramadan. MUI meminta masyarakat tak melakukan sweeping. (Ricardo/JAWA POS)
BUKA SIANG: Warteg yang buka berjualan saat bulan Ramadan. MUI meminta masyarakat tak melakukan sweeping. (Ricardo/JAWA POS)


Advertisement

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis meminta masyarakat untuk tidak melakukan sweeping atau razia sepihak terhadap warung makan yang buka selama bulan Ramadan.

Ia meminta para kepala daerah juga mengatur tempat-tempat bagi orang yang tidak berpuasa. Terlebih, bisa menghormati orang yang berpuasa. "Saya tidak setuju adanya sweeping-sweeping di bulan Ramadan,” ujar Cholil, Jumat (20/2).

Cholil mengingatkan para pemilik warung makan juga harus menghormati orang yang sedang berpuasa. Hal itu dilakukan agar Ramadan ini bisa terus mengedepankan kedamaian. "Jangan sampai melakukan kemungkaran, karena tugasnya bukan men-sweeping, cukup perkuat diri kita, dan saling menghargai orang berpuasa dan tidak berpuasa," katanya.

Advertisement

MUI juga meminta para kepala daerah harus aktif dalam mengatur agar mereka yang tengah mencari rezeki lewat usaha warung makan. "Tetapi ini harus dimengerti oleh pemerintah setempat dan daerah agar diatur warung-warung yang buka tengah hari di bulan Ramadan,” tekannya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan.

Nasaruddin mengatakan Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan. “Ramadan bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah rohani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab masyarakat sebagai bagian dari bangsa Indonesia,” ujarnya. 

Advertisement
Editor : Arief M

Artikel Terkait

MUI Banjar Minta Penghinaan Guru Sekumpul Diproses Hukum

MUI Banjar Minta Penghinaan Guru Sekumpul Diproses Hukum

Sekretaris MUI Kabupaten Banjar Ahmad Fauzan Asniah meminta dugaan penghinaan terhadap Abah Guru Sekumpul ditangani sesuai hukum.

Tak Harus Berbusana Lawan Jenis, Ini Lomba 17-an yang Disarankan MUI Banjar

Tak Harus Berbusana Lawan Jenis, Ini Lomba 17-an yang Disarankan MUI Banjar

MUI Kabupaten Banjar menegaskan fatwa mengenai tasyabbuh bukan larangan merayakan kemerdekaan.

MUI Banjar Haramkan Pria Pakai Daster di Lomba Agustusan, Ini Alasannya!

MUI Banjar Haramkan Pria Pakai Daster di Lomba Agustusan, Ini Alasannya!

MUI Kabupaten Banjar mengimbau bahwa laki-laki haram memakai pakaian khas wanita, termasuk dalam kegiatan atau lomba 17 Agustusan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer