BATULICIN - Prasangka negatif terhadap narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sering kali menghambat mereka untuk kembali ke kehidupan normal setelah bebas dari penjara.
Pelatihan dan pendampingan yang tepat dapat membantu mereka berkarya dan berkembang.
Hal ini juga mendorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin untuk terus membina WBP melalui berbagai pelatihan. Salah satunya melalui pelatihan barber atau pangkas rambut di Balai Latihan Kerja (BLK) Lapas Batulicin.
Pelatihan ini bertujuan membekali WBP dengan keterampilan di bidang pangkas rambut yang diharapkan dapat bermanfaat bagi mereka setelah selesai menjalani pembinaan di Lapas dengan membuka usaha barber shop.
Kepala Lapas Batulicin, Bambang Hari Widodo melalui Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan menyebut pelatihan ini berpotensi besar untuk bekal bagi WBP di masa depan.
Menurutnya, pangkas rambut merupakan salah satu usaha yang banyak diminati saat ini. Selain itu, kata dia, pangkas rambut juga berguna untuk menata penampilan WBP agar lebih rapi dan bersih.
Ia menambahkan, selain pelatihan pangkas rambut, Lapas Batulicin juga menyediakan pelatihan bengkel, mebel, hidroponik, band musik, dan keterampilan lainnya.
“Lapas Batulicin ingin memberi ruang berekspresi dan berkreasi bagi WBP untuk meningkatkan keterampilan mereka,” terangnya, Rabu (17/7/2024).
Lebih lanjut, ia mengatakan Lapas Batulicin ingin menjadi lembaga yang produktif dan memberikan pelayanan prima kepada WBP dan masyarakat.
Editor : Fauzan Ridhani