Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Dari Mini Kontest Channa Mahamuk; Seru-seruan, Biar Koleksi Tampil

Muhammad Helmi • Senin, 20 Juni 2022 | 15:52 WIB
NAIK DAUN: Juri menilai ikan channa yang dilombakan. Adaptasi, mental, bunga, warna, bar dan anatomi, menjadi penentu juara. FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
NAIK DAUN: Juri menilai ikan channa yang dilombakan. Adaptasi, mental, bunga, warna, bar dan anatomi, menjadi penentu juara. FOTO: TIA LALITA NOVITRI/RADAR BANJARMASIN
Mini Contest Channa Mahamuk berakhir, Sabtu (18/6). Kontes ikan gabus hias ini menarik perhatian pecinta channa Banua. Sebanyak 175 ikan dikompetisikan.

Tia Lalita Novitri, Banjarmasin

Acara digelar di Arwana Cafe & Resto, Banjarmasin Utara. Diinisiasi oleh Ahmad Kusyairi dan rekannya, sesama pehobi channa. Juga dibantu BEM dan Himapemsi STMIK Indonesia.

Kepada Radar Banjarmasin, Ahmad Kusyairi membeberkan, ikan channa memang sedang naik daun. Tepatnya sejak dua tahun belakangan.

"Ikan ini memang lagi ramai.Kenapa tidak kita wadahi para pehobinya? Diadakanlah kontes saja," beber lelaki yang akrab disapa Amat itu.

Event perdana yang digelar ternyata mendapat respons sangat positif. Para pehobi dari berbagai kabupaten di Kalimantan Selatan beramai-ramai berpartisipasi.

Sebagian lagi, peserta datang secara khusus dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. "Jadi pesertanya dari Kalselteng," tambahnya.

Ada 9 kategori dari 5 jenis ikan channa yang dilombakan. Yellow marulioides juvenile, red marulioides juvenile, yellow marulioides progress, red marulioides progress, auranti, pulchra junior, limbata junior, pulchra beginner, dan limbata beginner.

Para peserta memperebutkan hadiah berupa trofi, uang pembinaan, sertifikat pemenang dan doorprize channa jumbo asli Pangkalan Bun. Red marulioides progress menjadi kategori yang paling diserbu.

"Pesertanya paling banyak, ada 38 ikan untuk red maru," jelasnya. Dengan adanya kontes ini, Amat berharap para pehobi ikan channa bisa saling sharing tentang channa. Juga melihat potensi bertanding dari masing-masing jagoannya.

"Harapan saya, semoga para keeper channa semakin meningkat dan solid," tutupnya. Sementara itu, Rizky dari Banjarbaru Channa Dwarf didapuk menjadi salah satu juri kompetisi.

Ia memaparkan, setidaknya ada enam poin yang menjadi penilaian. "Adaptasi, mental, bunga, warna, bar dan anatomi," sebutnya.

Adaptasi mengacu pada penguasaan akuarium. Kemudian mental adalah keaktifan ikan merespons gerakan. Sedangkan warna, bunga dan bar mengacu pada tampilan luar ikan. Meliputi kepekatan warna, motif dan kerapihan motif.

"Sedangkan anatomi mengacu pada fisik ikan. Apakah proporsional, ada cacat fisik, atau sakit? Itu juga masuk penilaian," tuturnya.

Salah seorang peserta, Nandawan (27), mengaku antusias dengan kontes. Pecinta channa asal Banjarmasin ini memboyong dua koleksi.

"Sekadar seru-seruan saja biar koleksi bisa ditampilkan di luar. Selebihnya, saya memang suka channa karena keagresifannya," tuntasnya. (tia)


Editor : Muhammad Helmi
#Feature Umum