Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Tempat Cukur Legendaris Banjarmasin: Layani Bayi Sehari Hingga Manula

Arief • Minggu, 10 Juni 2018 | 13:21 WIB
tempat-cukur-legendaris-banjarmasin-layani-bayi-sehari-hingga-manula
tempat-cukur-legendaris-banjarmasin-layani-bayi-sehari-hingga-manula

Beralamat di Jalan Hassanudin HM, no 23. Ada sebuah ruang berbidang segi tiga. Pangkas Rambut Nasional, berdempetan dengan toko-toko tua di sampingnya. Di situlah Rusdi (62) bekerja. Memangkas rambut pelanggan hingga malam tiba.


-----------------------------------------------------------------------


TIA LALITA NOVITRI, Banjarmasin


-----------------------------------------------------


Ruang itu menampung sembilan kursi antik. Berbahan material besi kokoh. Kaki dan sandaran kursinya bundar. Biar empuk, lapak dan sandarannya dilapisi busa setebal 7 cm.


Perlengkapan mencukur tersedia lengkap. Di hadapan masing-masing kursi, ada cermin lebar, sisir, kotak bedak bayi dan beberapa mesin cukur (clipper).


Hilir mudik pelanggan memasuki tempat itu. Mereka datang dengan berbagai permintaan. Ada yang minta di potong klimis, mohawk atau sekedar merapikan.


Jasa cukur itu sudah ada sejak tahun 1973. Didirikan oleh Almarhum Ramli. Pangkas Rambut Nasional kemudian diwariskan kepada sang anak, Rusdi. "Selepas tamat SMA, saya ikut bekerja di Pangkas Rambut Nasional. Tahun 1973 tepatnya," kenang Rusdi.


Dia menyebut, barbershop ini paling tua di Banjarmasin. Sekaligus satu-satunya pangkas rambut yang masih bertahan melawan zaman. "Awal dibentuk, barbershop ini tidak punya saingan," tutur Rudi.


Tidak ada yang mencolok selain kesederhanaan. Tempat cukur ini punya perbedaan kontras dengan barbershop zaman sekarang. Tidak ada istilah waiting room, resepsionis ataupun price list. Yang datang ke sana akan disapa ramah oleh para pekerjanya.


Tanpa basa-basi, pelanggan disuruh duduk dan dipakaikan kain pelindung. Waktu mencukurnya terbilang singkat. Dalam waktu 20 menit, satu orang pelanggan selesai dilayani.


Upahnya pun ekonomis. Tiap pelanggan dikenakan biaya Rp10 ribu. Berlaku untuk semua jenis potongan rambut. Dari yang simpel hingga rumit. "Biasanya rambut keriting yang paling susah ditata. Tapi upah potongnya sama saja," jelas Rusdi.


Total ada tujuh pencukur di sana. Semuanya masih terikat hubungan keluarga dengan Rusdi. Dalam sehari, sedikitnya ada 15 pelanggan yang datang. Mereka juga pernah kebanjiran hingga 40 orang sehari. Semuanya laki-laki, dari bayi usia sehari hingga yang manula sekalipun.


Di tengah persaingan ketat antar barbershop, Rusdi bersyukur masih banyak orang yang mempercayai jasa mereka. Ia sama sekali tak khawatir, sebab Rusdi yakin pelayanan di tempatnya akan membawa pelanggan kembali. "Penghasilannya juga Alhamdulillah masih cukup," ucap laki-laki yang akrab disapa Rusdi Gundul itu.


Pemasukan terbesar mereka juga datang dari kampus-kampus di Banjarmasin. Ketika memasuki tahun ajaran baru, mereka kerap dipanggil mencukur rambut mahasiswa-mahasiswa baru.


Pangkas Rambut Nasional juga menerima tawaran panggilan cukur di tempat. Ke mana saja asal masih dalam wilayah Banjarmasin. Biayanya tak beda jauh, hanya ditambah ongkos jalan sukarela. "Ini juga baru pulang dari RS Ulin, nyukur pasien yang hendak dioperasi," bebernya.


Di situ juga menerima jasa semir rambut. Biayanya sama dengan bercukur.


Barbershop lain juga sering datang ke sana. Bukan untuk bercukur. Tapi membawa beberapa mesin clipper yang rusak. Rusdiansyah (59) namanya, salah satu pencukur yang juga ahli memperbaiki clipper.


Rusdi berharap usaha ini tetap bertahan. Ia juga mengajak serta keponakannya bekerja di situ. "Mudah-mudahan usaha ini berjalan terus menerus, intinya harus ada regenerasi," ucapnya.


Salah seorang pelanggan, Anto (38) datang keduakalinya ke Pangkas Rambut Nasional. Harga dan pelayanannya lah yang membuat ia kembali bercukur ke tempat itu. "Selain murah, di sini pelayanannya cepat dan tidak antri," ujarnya. (mr-150/ma/nur)

Editor : Arief