
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, ATLANTA – Kontroversi Video Assistant Referee (VAR) kembali mencuat di panggung Piala Dunia 2026. Mesir yang nyaris mencetak sejarah lolos ke perempat final harus tersingkir dengan penuh kekecewaan setelah sejumlah keputusan wasit dianggap merugikan mereka dalam kekalahan 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar di Stadion Atlanta, Rabu (8/7) dini hari.
Selama 75 menit, The Pharaohs tampil luar biasa dan memimpin 2-0 atas juara bertahan dunia. Namun, momentum berubah drastis setelah gol Mostafa Zico dianulir melalui VAR karena dugaan pelanggaran minim Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez. Keputusan itu memicu perdebatan karena insiden terjadi jauh sebelum gol tercipta.
Kekecewaan Mesir semakin memuncak di masa injury time. Sesaat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina, Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti usai berduel dengan Julian Alvarez. Meski seluruh pemain dan ofisial Mesir meminta peninjauan, VAR tidak melakukan intervensi. Argentina melanjutkan serangan dan memastikan tiket perempat final.
Usai pertandingan, pelatih Mesir Hossam Hassan melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier. “Gol kedua kami dianulir dengan alasan yang sulit dipahami. Tetapi ketika Mohamed Salah dijatuhkan di kotak penalti, tidak ada pemeriksaan sama sekali. Kami diperlakukan tidak adil,” ujarnya.
Hassan bahkan menyinggung adanya perlakuan istimewa terhadap Argentina dan Lionel Messi. “Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap bertahan dalam persaingan. Kami tidak merasakan adanya rasa hormat maupun sportivitas,” cecarnya.
Nada serupa disampaikan winger Mostafa Zico. “Keputusan wasit benar-benar tidak adil. Kami sudah unggul 2-0 dan semuanya berubah karena keputusan-keputusan itu. Kami hanya bisa menerima karena semuanya kini berada di tangan Tuhan,” katanya.
Ia bahkan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Mesir yang telah memberikan dukungan penuh selama turnamen. "Kami sangat menyesal kepada seluruh rakyat Mesir. Kami ingin membuat kalian bangga, tetapi itu tidak terjadi. Kami merasa semuanya sudah diarahkan untuk Argentina," ujarnya.
Pada laga ini, Tim Nasional Argentina nyaris mengalami salah satu kekalahan paling mengejutkan dalam sejarah Piala Dunia. Sebelum akhirnya bangkit secara dramatis. Cristian Romero membuka harapan lewat gol pada menit ke-79 sebelum sang kapten, Lionel Messi, kembali menunjukkan kelasnya dengan menyamakan kedudukan empat menit berselang.
Ketika pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Enzo Fernandez muncul sebagai pahlawan. Sundulannya pada menit kedua masa injury time memastikan kemenangan 3-2 sekaligus membawa Albiceleste melaju ke perempat final.
Gol tersebut memicu ledakan kegembiraan kubu Argentina. Sebaliknya, para pemain Mesir langsung terjatuh di lapangan dengan wajah penuh kekecewaan setelah kemenangan yang sudah di depan mata sirna dalam waktu singkat.



