BANJARMASIN - Di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit, produk pembiayaan dinilai bisa memberikan solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal inilah yang membuat perusahaan pembiayaan masih punya peluang menjalankan bisnisnya, termasuk di Kalimantan Selatan.
"Pertumbuhan bisnis pembiayaan di Indonesia pada tahun 2025 sangat bagus, termasuk pertumbuhan perusahaan Adira Finance. Kami closing di 2025 di angka Rp215 miliar," ungkapnya Winarno, Head of Branch SSD Adira Finance, Jumat (6/2).
Bahkan, di awal tahun 2026 ini, performa bisnis pembiayaan secara nasional ada kenaikan hingga 30 persen "Artinya, kami optimis bisnis pembiayaan di tahun 2026, khusus di Kalsel tetap bagus," ucapnya lagi.
Menurutnya, bisnis pembiayaan menjadi salah satu sektor bisnis yang membantu masyarakat. Terutama untuk memenuhi pembelian kendaraan secara kredit, bahkan untuk kredit pembelian alat rumah tangga, hingga untuk berhaji.
M Taufik, salah satu nasabah sebuah perusahaan pembiayaan mengaku sangat terbantu dengan adanya produk pembiayaan ini. Ia pun sudah mengajukan beberapa pembiayaan, baik untuk barang elektronik maupun untuk kendaraan. "Alhamdullilah dari kredit motor, saya dapat undian umrah," imbuhnya senang.
Editor : Fauzan Ridhani