Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Motor Brebet Usai Isi Pertalite Bikin Pertamax Ludes, Pertamina Akui Ada Lonjakan Permintaan

Maulana Radar Banjarmasin • Jumat, 7 November 2025 | 09:37 WIB

 

KOSONG: Sejak beberapa hari, stok Pertamax ludes di sejumlah SPBU karena tingginya permintaan.
KOSONG: Sejak beberapa hari, stok Pertamax ludes di sejumlah SPBU karena tingginya permintaan.

BANJARMASIN — Isu soal kualitas Pertalite yang disebut-sebut bikin motor brebet memicu lonjakan pembelian Pertamax di sejumlah daerah. Warga memilih beralih ke BBM beroktan tinggi demi menghindari risiko. Dampaknya, membuat stok Pertamax ludes di sejumlah SPBU.

Pantauan di Jalan A Yani hingga Kabupaten Banjar, Kamis (6/11), banyak SPBU kehabisan Pertamax. Pertashop di Desa Cindai Alus, Martapura, kosong tiga hari terakhir. Petugas menyebut pembelian melonjak sejak isu Pertalite merebak. “Belakangan banyak yang beli Pertamax. Sudah tiga hari habis,” kata Agus, petugas Pertashop.

SPBU Sungai Sipai Martapura juga kehabisan stok. Papan bertuliskan “Pertamax masih dalam perjalanan” dipasang. Pengawas SPBU, Arif Budiono, menyebut pengiriman tersendat sejak awal pekan. “Order 8 ribu liter sejak Senin, sampai Selasa sore belum datang,” ujarnya.

Sementara itu, Pertalite masih tersedia dan pengiriman lancar. Namun banyak pengendara kesulitan mencari Pertamax. Sebagian terpaksa kembali ke Pertalite. “Sudah keliling, tetap kosong. Akhirnya isi Pertalite saja,” ujar Mulya, warga Martapura.

Di SPBU Trikora Banjarbaru, permintaan Pertamax melonjak sejak awal bulan. Pengawas SPBU, Gege, menyebut lonjakan terjadi usai isu motor brebet viral di media sosial. “Biasanya cukup 8 ribu liter sehari. Sekarang tidak cukup,” katanya.

Gege memastikan SOP pembongkaran BBM dijalankan ketat. Jika ditemukan air, BBM langsung dikembalikan ke depo. Beberapa laporan mesin brebet ditindaklanjuti dan diarahkan ke bengkel. “Kalau terbukti dari produk kami, siap ganti rugi,” tegasnya.

Di SPBU Pulau Laut Banjarmasin, hanya Pertalite tersedia. Pertamax 92 dan Turbo kosong. Manager SPBU, Aan Putra Asmadi, menyebut aroma Pertalite sempat menyengat, tapi tidak terkontaminasi air. “Kami selalu cek truk penyuplai. Kalau ada air, kami tolak,” ujarnya.

Aan mengakui lonjakan pembeli Pertamax tak bisa diantisipasi. Pertamina dinilai tidak siap suplai, sehingga stok kosong. “Panic buying terjadi. Pertamina tidak siap,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan kualitas Pertalite aman. Pemeriksaan rutin dilakukan dan kendaraan petugas tidak bermasalah. “Kami yang pertama menggunakan. Aman-aman saja,” pungkasnya.

Sisi lain, untuk menanggapi keluhan, Disperdagin Banjarmasin membuka kanal aduan. Kepala Dinas Ichrom Muftezar menyebut nomor pengaduan sudah dirilis, tapi belum ada laporan masuk. “Kami sudah koordinasi dengan Reskrim. Belum ada laporan resmi,” ujarnya.

Tezar menyebut keluhan banyak datang dari ojek online, tapi saat ditindaklanjuti, mereka enggan ditemui. “Informasi ada, tapi bukti formal tidak muncul. Kalau ada kejadian, laporkan. Jangan hanya di medsos,” tegasnya.

Sementara, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pasokan dan distribusi BBM jenis Pertamax tetap aman di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. Lonjakan konsumsi dalam beberapa hari terakhir langsung direspons dengan peningkatan pasokan ke SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyebut antrean di sejumlah SPBU terjadi karena permintaan Pertamax meningkat tajam di luar pola konsumsi musiman. “Beberapa SPBU butuh waktu menyesuaikan stok dan jadwal pasokan,” ujarnya, Kamis (6/11).

Meski Pertamax tidak memiliki kuota penyaluran seperti BBM subsidi, distribusinya tetap disesuaikan dengan tren permintaan. Pertamina telah melakukan langkah antisipatif agar stok tetap tersedia dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman.

Pergeseran konsumen dari Pertalite ke Pertamax juga turut memicu peningkatan konsumsi. Edi menyebut kesadaran masyarakat terhadap spesifikasi bahan bakar yang sesuai kendaraan semakin tinggi. “Pertamina memastikan seluruh produk BBM, baik Pertalite maupun Pertamax, memenuhi standar mutu,” tegasnya.

 Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#pertalite #Pertamina #pertamax #banjarmasin #brebet