Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Targetkan 48,97 Persen Universal Coverage Jamsostek di Kalsel

R
Penulis: Raudah Anisya❯

Advertisement

JAMINAN SOSIAL: Penyerahan santunan kematian kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan disaksikan Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin di FUGO Hotel Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)
JAMINAN SOSIAL: Penyerahan santunan kematian kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan disaksikan Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin di FUGO Hotel Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).(Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

WWW.RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus menggenjot Universal  Coverage Jamsostek (UCJ) di Kalsel. Pada 2026, Kalsel ditargetkan mencapai UCJ sebesar 48,97 persen dan saat ini baru tercapai 42,05 persen atau masih terdapat selisih sekitar 6 persen.

Advertisement

 

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin menjelaskan pihaknya akan terus memenuhi target dengan melakukan koordinasi bersama Kabupaten/Kota di Kalsel. "Hasil dari fokus diskusi hari ini harus disikapi oleh masing-masing kabupaten/kota untuk meningkatkan target tahun 2026 agar bisa tercapai bahkan terlampaui," ucapnya usai membuka FGD UCJ di FUGO Hotel Banjarmasin, Rabu (15/4/2026).

 

Advertisement

Menurut Syarifuddin, sisa target sekitar 6 persen ini optimis dapat dicapai dengan kerja sama seluruh daerah di Kalsel. "Kami juga meminta pihak swasta untuk turut membantu dalam peningkatan UCJ di Kalsel," tambahnya.

 

Hal senada diungkapkan Ady Hendratta, Kepala Kantor Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyampaikan capaian UCJ di Kalsel memang masih belum mencapai target, sehingga melalui FGD ini diharapkan dapat dirumuskan strategi untuk mencapainya di tahun 2026. 

Ia pun optimis target UCJ sebesar 48,97 persen dapat tercapai apabila seluruh daerah dapat bersinergi. "Ada beberapa skema yang akan dilakukan untuk mencapai target, termasuk skema penguatan regulasi, pengawasan kepatuhan, Perencanaan dan Penganggaran, serta beberapa skema lainnya," jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin, Fadlilah Utami menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong peningkatan kepesertaan. "Optimalisasi UCJ tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara Pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat pekerja. Kami di BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin siap memperkuat sosialisasi dan perluasan kepesertaan. Khususnya, bagi pekerja sektor informal agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Fadlilah.

Advertisement

Artikel Terkait

Jasa Raharja Siapkan Santunan Korban KM Virgo Transport 8, Ini Besarannya untuk Ahli Waris

Jasa Raharja Siapkan Santunan Korban KM Virgo Transport 8, Ini Besarannya untuk Ahli Waris

Jasa Raharja menyiapkan santunan Rp50 juta bagi korban meninggal KM Virgo Transport 8 dan plafon perawatan Rp20 juta bagi korban luka

Lindungi Pekerja, Hadirkan Kepastian: BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Peserta

Lindungi Pekerja, Hadirkan Kepastian: BPJS Ketenagakerjaan Banjarmasin Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Peserta

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banjarmasin menyerahkan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada peserta BPU

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp42 Juta kepada Ahli Waris Pedagang di Kabupaten Barito Kuala

BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Rp42 Juta kepada Ahli Waris Pedagang di Kabupaten Barito Kuala

Ahli waris seorang pedagang anggota BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan santunan Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp42 Juta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer