Peringatan ini disampaikan BMKG Kalimantan Selatan seiring wilayah tersebut berada pada puncak musim hujan.
Analis Iklim Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kalimantan Selatan, Muhammad Arif Rahman, menjelaskan angin kencang dipicu pertumbuhan awan hujan intens jenis Cumulonimbus (Cb) sejak dini hari.
Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Batu Ampar
Proses ini diperkuat konvergensi angin di lapisan bawah atmosfer yang memicu hujan lebat disertai hembusan angin kencang sesaat.
“Terjadi hujan lebat dengan angin kencang sesaat akibat awan Cumulonimbus yang tumbuh sangat cepat,” ujar Arif, Selasa petang.
BMKG mencatat kecepatan angin saat kejadian tergolong kencang namun belum masuk kategori ekstrem.
Baca Juga: Jembatan Semayap Darurat, Satlantas Peringatkan Truk Pertamina Bermuatan Lebih 6 Ton Dilarang Lewat
Intensitas tersebut dinilai masih lazim terjadi pada puncak musim hujan ketika pertumbuhan awan sangat aktif.
Meski bersifat lokal dan terbatas di wilayah terdampak, Arif menegaskan pemicu kejadian merupakan bagian dari pola cuaca regional di Kalimantan Selatan yang dipengaruhi sistem hujan monsun serta gangguan atmosfer skala menengah.
“Potensi angin kencang sesaat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pagi hingga siang saat hujan mendadak turun,” katanya.
Baca Juga: Ada Jasad di Depan Rumah, Warga Alalak Geger, Diduga Kelelahan Usai Berjalan Jauh
BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko pohon tumbang, baliho roboh, dan bangunan ringan.
Selain itu, Kalimantan Selatan juga dipengaruhi La Niña lemah yang berkontribusi pada peningkatan curah hujan, dengan potensi hujan tinggi diprakirakan bertahan hingga Januari 2026. (*)
Editor : M. Ramli Arisno