RANTAU – Demam berdarah menelan tiga korban jiwa di Kabupaten Tapin sepanjang tahun 2023. Menurut Direktur RSUD Datu Sanggul Rantau, Dokter Milhan, penyebab kematian adalah keterlambatan membawa ke fasilitas kesehatan dan pemaksaan pulang sebelum waktunya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak-anak yang mengalami gejala panas ke Puskesmas atau rumah sakit, agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya, Rabu (3/1).
Dokter Milhan juga mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tapin untuk mencegah penyebaran demam berdarah. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari gigitan nyamuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tapin, Puji Winarta, mengonfirmasi bahwa tiga korban meninggal berasal dari wilayah Tapin Selatan, Hatungun, dan Lokpaikat. Ia mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan fogging dan sosialisasi di daerah-daerah tersebut.
"Kami berharap tidak ada lagi korban jiwa akibat demam berdarah di Tapin," tuturnya.
Editor: M. Ramli Arisno
Editor : Arief