Kios Mitra Bulog di HST Tak Bisa Bebas Beli Beras SPHP, Ini Alasannya


RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai– Toko-toko mitra Bulog di Hulu Sungai Tengah (HST) mulai dibatasi untuk membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Mereka hanya boleh membeli beras maksimal 2 ton per kios dalam satu kali pengambilan. Kios baru diperbolehkan membeli kembali setelah satu minggu.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang HST, Muhammad Riza Wahyudi Al-Akram, mengatakan pembatasan tersebut diterapkan untuk mengawasi penyaluran beras SPHP sekaligus mencegah penyalahgunaan di tingkat pengecer.
“Di kita, setiap kios hanya boleh membeli maksimal 2 ton. Setelah satu minggu, baru mereka boleh mengambil lagi,” ujarnya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Riza, aturan tersebut sudah diterapkan sejak 2025 dan masih berjalan hingga sekarang. Pembatasan dilakukan agar pembelian beras SPHP oleh kios tetap terpantau.
Ia menjelaskan, pengawasan diperlukan untuk memastikan beras SPHP dijual sesuai peruntukannya. Dengan begitu, penyalurannya tetap terkendali dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang menyimpang dari tujuan program.
Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah kemungkinan beras SPHP dicampur atau diolah kembali, kemudian dijual sebagai beras dengan kualitas lebih tinggi.
Meski demikian, Riza menyebut pihaknya belum menemukan kasus pencampuran atau pengolahan ulang beras SPHP untuk dijual sebagai beras berkualitas lebih tinggi di wilayah kerjanya.
“Kalau untuk beras yang dicampur atau dinaikkan kelasnya, sejauh ini belum ada kami temukan,” ungkapnya.
Riza menegaskan, pengawasan penyaluran tetap dilakukan agar beras SPHP sampai kepada masyarakat sesuai ketentuan.



