
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Hujan deras mengguyur Paringin dan sekitarnya, Kabupaten Balangan, Minggu (25/10) sore. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan menyebut hujan tersebut merupakan hasil operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan yang berlangsung cukup lama itu membawa kelegaan bagi warga setelah kabut asap menyelimuti kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Guyuran hujan juga membasahi lahan-lahan yang sebelumnya kering.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan H Rahmi membenarkan bahwa hujan tersebut berkaitan dengan intervensi teknologi melalui operasi modifikasi cuaca.
“Ini merupakan hujan buatan hasil operasi modifikasi cuaca,” ungkap Rahmi, Minggu (25/10).
Menurut dia, operasi tersebut dilakukan ketika kondisi alami di Kalimantan Selatan, termasuk Balangan, belum sepenuhnya memasuki musim hujan.
Balangan Belum Masuk Musim Hujan
Rahmi mengatakan, berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah tersebut belum memasuki musim hujan.
“Rilis BMKG menyebutkan kita belum memasuki musim penghujan. Baru pertengahan November nanti memasuki transisi musim penghujan. Makanya, hujan saat ini masih bersifat lokalan dan belum menyeluruh,” bebernya.
Karena itu, hujan yang turun saat ini belum bisa diartikan sebagai berakhirnya musim kemarau. Intensitas dan cakupannya juga masih dapat berbeda antarkawasan.
Meski demikian, hujan yang turun di Paringin memberikan dampak langsung terhadap kondisi udara yang sebelumnya terganggu kabut asap.



