
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Bupati HSU, Sahrujani menyoroti data sementara yang mencatat sebanyak 3.705 anak tidak sekolah di daerah HSU.
Data tersebut diungkap Sahrujani saat menghadiri Pelatihan Operator Pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten HSU Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU, Senin (12/10).
Data itu diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan arah kebijakan pendidikan, termasuk perencanaan anggaran agar lebih tepat sasaran.
“Data anak tidak sekolah di HSU ada 3.705. Mudah-mudahan hasil pendataan ini tidak jauh dari angka tersebut. Melalui pelatihan ini, kita ingin mencocokkan dan memastikan data yang ada benar-benar akurat,” ujarnya.
Menurutnya, data yang valid sangat penting untuk menentukan kebijakan pendidikan ke depan. Dengan demikian, program dan anggaran yang disiapkan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara efektif serta sesuai kebutuhan masyarakat.
Sahrujani juga menyinggung masih adanya sekolah yang kekurangan murid. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dalam penataan layanan pendidikan agar lebih efektif.
Dia berharap pendataan ATS dapat membantu pemerintah daerah memetakan persoalan pendidikan secara lebih menyeluruh. Dengan begitu, upaya menekan angka anak tidak sekolah dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Data ini diharapkan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan penganggaran ke depan, sehingga anggaran yang digunakan tidak mubazir dan angka anak tidak sekolah terus menurun,” tegasnya.
Pelatihan yang berlangsung pada 12–13 Oktober 2026 tersebut menyasar 229 operator desa, kelurahan, dan kecamatan se-HSU.



