
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjararu – PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Distrik BBSO bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Banjarbaru memperkuat peran Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Negeri 2 Banjarbaru.
Penguatan dilakukan melalui seminar dan pelatihan panduan penggunaan ekosistem Siap Kerja serta pengelolaan database alumni yang berlangsung di Aula SMKN 2 Banjarbaru, Senin (14/9/2026). Kegiatan diikuti sekitar 80 guru SMKN 2 Banjarbaru.
BBSO Head PT PAMA Arif Cahyadi mengatakan, lulusan SMK menghadapi tantangan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Selain persaingan antarsesama pencari kerja, lulusan juga dihadapkan pada perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Harus dipastikan mereka siap menghadapi masa depan, siap bersaing dan siap bekerja,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan database alumni menjadi penting untuk menghubungkan lulusan dengan peluang yang tersedia. Data tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetahui alumni yang sudah bekerja, tetapi juga mengidentifikasi lulusan yang masih membutuhkan dukungan.
“Alumni merupakan potensi yang cukup besar. Kita bisa memanfaatkannya sebagai jejaring untuk menghubungkan siswa dengan dunia industri,” katanya.
Arif menyebut BKK memiliki posisi strategis sebagai jembatan antara siswa, sekolah, dunia industri dan pemerintah. Karena itu, pengelolaan BKK perlu diperkuat agar tidak hanya berfungsi dalam penyaluran tenaga kerja, tetapi juga mampu memetakan kondisi para alumni.

“Bukan hanya sekadar mencari pekerjaan, tetapi juga menangkap lulusan atau alumni itu ada di mana, bekerja di mana, bidangnya apa, dan yang lebih penting apakah masih ada alumni yang belum mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Diskopumnaker Banjarbaru Renny mengapresiasi PAMA yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan potensi BKK SMKN 2 Banjarbaru. Selama ini, pengurus BKK sekolah tersebut masih terbatas, sehingga diperlukan keterlibatan lebih banyak unsur sekolah.



