Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Kalsel, Semua Pihak Diminta Bersatu

S
Penulis: Sutrisno❯
KARHUTLA: Petugas gabungan dari BPBD dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KARHUTLA: Petugas gabungan dari BPBD dan relawan saat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Advertisement

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Penjabat Wali Kota Banjarbaru periode 2015–2016, H. Martinus, meminta semua pihak bersatu dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Menurutnya, penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Masih ada anggapan bahwa masalah Karhutla adalah tanggung jawab pemerintah saja. Bahkan pemerintah, termasuk gubernur, dihujat dengan kata-kata kasar. Ini sudah jauh dari budaya kita orang Banjar,” tegas Martinus, Selasa (25/8).

Advertisement

Di media sosial, belakangan memang ramai beragam konten yang memojokkan Gubernur Kalimantan Selatan. Bahkan, sebagian di antaranya menggunakan kata-kata kasar.

Menurut Martinus, jika melihat kondisi di lapangan dan membandingkannya dengan kejadian Karhutla pada 2015, pernyataan Gubernur Kalsel H. Muhidin yang menilai kondisi Karhutla saat ini tidak terlalu parah masih dapat dipahami.

Martinus mengaku masih mengingat betul kondisi Karhutla pada 2015, ketika dirinya menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Banjarbaru.

Advertisement

“Tahun 2015 jauh lebih parah. Bandara benar-benar dikepung Karhutla. Sehingga wajar jika gubernur menilai sekarang situasinya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan kondisi saat itu,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Selatan pada 2015 mencapai 196.516,77 hektare. Sementara itu, BPBD Kalsel mencatat hingga 21 Agustus 2026 telah terjadi 1.651 kejadian Karhutla dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 6.905,67 hektare. 

Wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar hingga saat ini adalah Kabupaten Banjar mencapai 1.496,76 hektare, disusul Tanah Laut 1.384,51 hektare dan Banjarbaru 1.140,24 hektare. Jika dibandingkan, luas lahan yang terbakar sepanjang 2026 hingga 21 Agustus tersebut baru sekitar 3,5 persen dari luas kebakaran pada 2015.

Mencermati situasi saat ini, Martinus berharap masyarakat dapat menahan diri dan bersama-sama berperan dalam penanganan Karhutla. Di lapangan, ia menilai sinergi berbagai elemen sudah berjalan cukup baik.

Advertisement
Editor : Sutrisno

Artikel Terkait

Tak Dapat Jatah Banpres Rp10 Miliar, Relawan Pemadam Swasta HSU Kecewa

Tak Dapat Jatah Banpres Rp10 Miliar, Relawan Pemadam Swasta HSU Kecewa

Relawan pemadam kebakaran swasta di HSU kecewa karena tidak mendapat jatah banpres karhutla Rp10 Miliar

Tak Cukup Tersangka Korporasi, Harus Ada Ganti Rugi Pemulihan Lingkungan Pasca Karhutla

Tak Cukup Tersangka Korporasi, Harus Ada Ganti Rugi Pemulihan Lingkungan Pasca Karhutla

DPR RI menilai penegakan hukum kasus karhutla tidak boleh hanya berhenti kepada penetapan 20 korporasi yang menjadi tersangka. Perlu ada pen

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Pemko Banjarbaru dapat Bantuan Presiden Rp15 Miliar, untuk Armada hingga Peralatan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mengungkapkan penggunaan Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer