Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD HST akan Panggil Pengelola SPPG, Bahas Keluhan Program MBG

J
Penulis: Jamaludin❯

DITUTUP: SPPG Banua Jingah kini ditutup sementara karena kejadian menonjol (KM). (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
DITUTUP: SPPG Banua Jingah kini ditutup sementara karena kejadian menonjol (KM). (Foto: Jamaluddin/Radar Banjarmasin)
BARABAI – Penutupan sementara dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dari DPRD setempat.


Advertisement

Ketua Komisi I DPRD HST, Yajid Fahmi, mengapresiasi langkah penutupan sementara tersebut setelah muncul berbagai keluhan masyarakat terkait kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.

Menurutnya, kebijakan itu menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat menjadi perhatian pemerintah dalam pelaksanaan program MBG.

Dua dapur yang tutup sementara yakni SPPG Pantai Batung dan SPPG Banua Jingah.

Advertisement

“Kami mengapresiasi kebijakan penutupan sementara dua dapur SPPG. Ini menandakan bahwa keluhan masyarakat diperhatikan,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Meski demikian, ia menegaskan program MBG pada prinsipnya merupakan program yang baik karena bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak. 

Namun, pelaksanaannya harus tetap mengacu pada standar yang telah ditetapkan agar tidak menyimpang dari tujuan awal.

Advertisement

Komisi I DPRD HST juga menyoroti sejumlah temuan di lapangan terkait kualitas bahan makanan yang didistribusikan kepada sekolah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah adanya telur dalam kondisi pecah yang tetap didistribusikan untuk konsumsi beberapa hari ke depan.

“Ada telur yang kondisinya pecah, sementara itu diperuntukkan untuk konsumsi beberapa hari ke depan. Siapa yang bisa menjamin telur dalam keadaan rusak itu tidak terkontaminasi bakteri berbahaya? Ini tentu sangat berisiko bagi kesehatan anak-anak,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan mekanisme distribusi bahan makanan yang dikirim untuk beberapa hari sekaligus, padahal biaya pengantaran diketahui telah dianggarkan setiap hari.

“Setahu kami biaya pengantaran sudah dianggarkan per hari. Mengapa justru diantar untuk beberapa hari ke depan? Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi I DPRD HST berencana mengundang seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada pekan depan untuk memberikan klarifikasi atas berbagai keluhan masyarakat.

Pertemuan tersebut juga bertujuan mencocokkan informasi yang beredar dengan hasil evaluasi lapangan yang telah dilakukan oleh DPRD.

“Kami akan mengundang seluruh pengelola SPPG untuk mendengar klarifikasi langsung. Ini menjadi perhatian serius kami agar program yang baik ini tidak justru berdampak buruk pada anak-anak,” jelas Yajid.

Komisi I DPRD HST menegaskan akan terus melakukan monitoring rutin ke sekolah-sekolah dan dapur SPPG guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai ketentuan serta benar-benar memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi siswa.

“Kami akan fokus melakukan monitoring rutin ke sekolah dan SPPG untuk memastikan pengelolaannya sesuai ketentuan. Ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Administrasi Jadi Kendala, 13 Dapur MBG di Tala Berhenti Sementara

Administrasi Jadi Kendala, 13 Dapur MBG di Tala Berhenti Sementara

Operasional 13 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tala resmi dihentikan sementara.

Ratusan Siswa di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Pemasok Langsung Di-Suspend

Ratusan Siswa di Cirebon Diduga Keracunan MBG, SPPG Pemasok Langsung Di-Suspend

Sekitar 100 siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di wilayah Kalijaga, Kota Cirebon, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan se

Jangan Cuma Sosialisasi ! DPRD Banjarmasin Desak Timbangan SPPG Diperiksa

Jangan Cuma Sosialisasi ! DPRD Banjarmasin Desak Timbangan SPPG Diperiksa

DPRD Banjarmasin mendorong pengawasan tera timbangan SPPG agar takaran MGB akurat. Baru 50 dari 61 SPPG terwakili dalam sosialisasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer