TANJUNG - Sedekah bumi. Itulah salah satu nama budaya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dilakukan warga Suku Jawa di Desa Uwie Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong.
Budaya itu dilakukan karena karunia berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang melimpah dalam satu tahun terakhir. Mereka melakukannya dengan membuat gunungan berbagai macam sayuran dan buah-buahan, yang kemudian diarak ke seluruh penjuru desa, lalu dibagikan kepada seluruh warga.
Kepala Desa Uwie, Mulyadi Trisno mengatakan, budaya ini dijadwalkan sepanjang tahun, satu bulan setelah lebaran Idul Fitri. “Pesertanya semua warga Desa Uwie. Petani, masyarakat biasa dan tokoh masyarakat, semuanya diundang,” ujarnya.
Ia menceritakan, budaya Sedekah Bumi di Tabalong ada sejak lama. Didasari karena banyaknya warga suku Jawa di desa tersebut. Jumlahnya saat ini cukup banyak, ada lebih dari 350 kepala keluarga. Mereka semua berasal dari kampung transmigrasi dan telah membaur dengan suku setempat.
Terkait filosofi gunungan hasil panen, Trisno menegaskan, hanya sebagai luapan terima kasih kepada Tuhan. Tidak yang lain. Namun, seiring perjalanan waktu, budaya ini tidak sekedar dilakukan dengan membagikan hasil bumi mentah. Melainkan juga hasil masakan atau berupa hidangan yang diolah bersama-sama.
Dengan hasil bumi semua itu, dia berharap hasil panen ke depan akan lebih melimpah, serta masyarakatnya menjadi orang yang bersyukur dan sejahtera, ditambah diberi keselamatan. “Biasanya kami juga mengundang bupati untuk hadir memeriahkan sedekah bumi,” katanya.
Editor: Oscar Fraby
Editor : Arief