Warga Kabupaten Tanah Laut (Tala) pasti tak asing lagi dengan Desa Tanjung. Desa ini merupakan salah satu dari sembilan desa di Kecamatan Bajuin.
Meski dikenal masyarakat, tak banyak yang mengetahui asal-usul nama desa berbatasan langsung dengan Desa Tiwingan, Kabupaten Banjar di sebelah timur ini.
Desa Tanjung merupakan desa terluas se-Kabupaten Tala. Desa ini sebelumnya bernama Kampung Hambi. Dulunya Kampung Hambi ini ditinggali sekelompok masyarakat pelarian.
Namun, seiring berjalannya waktu, Kampung Hambi mulai didatangi orang dari berbagai penjuru untuk membangun rumah, membuat ladang dan persawahan, sehingga perkembangan semakin pesat. Dari awalnya kampung pelarian, menjadi kampung tempat menetap.
Asal mula nama Tanjung konon dari dari nama pohon besar. Tumbuh di seberang aliran sungai setempat yang lebar dan cukup dalam.
Lalu pohon tersebut ditebang dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai perkakas untuk membuat rumah. “Pohon Tanjung inilah yang menjadi asal muasal masyarakat menamai desa ini dengan sebutan Desa Tanjung,” sebut Kepala Desa Tanjung, Sukandar.
Dulunya, pada tahun 1978, pemerintah melalui Dinas Sosial mengumpulkan masyarakat di Desa Tanjung untuk membangunkan perumahan yang disebut PKMT (Pemukiman Kembali Masyarakat Terasing).
Setahun berikutnya, pada tahun 1979 diresmikanlah Desa Tanjung sebagai pemekaran dari desa tetangga yakni Desa Bajuin yang berbatasan di sebelah barat. “Desa Tanjung memiliki luas 3.215,65 Ha dengan lahan yang didominasi oleh perkebunan dan perbukitan,” jelasnya.
Secara geografis, jarak Desa Tanjung ke ibu kota kabupaten adalah 17 kilometer. Sedangkan ke ibu kota kecamatan berjarak 6,7 kilometer dengan jumlah 6 dusun dan 25 RT. “Sebelah utara berbatasan dengan Desa Tebing Siring, sebelah Timur dengan Tiwingan, di Selatan dengan Desa Pemalongan, dan Barat dengan Desa Bajuin,” rinci Sukandar.
Perekonomian warga Desa Tanjung dari hasil perkebunan, peternakan, perdagangan, industri rumahan, dan BUMDes. Warganya dari berbagai suku dan agama. Namun, saling toleransi antar umat beragama. Kondisi inilah yang membuat masyarakat Desa Tanjung selalu hidup rukun.(sal/yn/dye)
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief