Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Gua Batu Babi Tabalong, Menyimpan Pesona Alam dan Sejarah Panjang

Ibnu Dwi Wahyudi • Rabu, 30 April 2025 | 06:26 WIB
SITUS GEOLOGI: Gua Batu Babi menarik untuk dikunjungi di Desa Lumbang, Muara Uya, Tabalong.
SITUS GEOLOGI: Gua Batu Babi menarik untuk dikunjungi di Desa Lumbang, Muara Uya, Tabalong.

Tahulah pian Gua Batu Babi di Desa Lumbang Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Gua ini merupakan salah satu situs geologi yang menyimpan pesona alam serta sejarah panjang.

Nama “Batu Babi” konon diberikan karena bentuk bebatuan di sekitar gua menyerupai bagian tubuh babi. Ini mencerminkan kreativitas masyarakat lokal dalam menafsirkan lingkungan mereka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tabalong, Tonie Marwan mengatakan keunikan Gua Batu Babi terletak pada struktur karstnya. Terdiri dari batuan kapur putih yang telah terbentuk selama ribuan tahun melalui proses geologis alami.

Dari penelitian, batuan di kawasan ini berusia sekitar 5.050 tahun. Ini berdasarkan penanggalan karbon yang dilakukan pada tahun 1996. "Dinding-dinding gua dihiasi stalaktit dan stalagmit yang memukau, dengan berbagai ukuran dan bentuk yang menambah keindahan dan keunikan gua ini," jelasnya, berdasarkan naskah rekomendasi tim cagar budaya Tabalong.

Gua ini memiliki lorong-lorong alami yang cukup besar untuk dieksplorasi. Pencahayaan alami yang masuk melalui celah-celah gua menciptakan pemandangan dramatis yang sering memukau pengunjung.

Di bagian dalam, terdapat ruang-ruang yang diduga pernah menjadi tempat berlindung bagi manusia prasejarah. Beberapa penelitian arkeologi menemukan bukti berupa artefak sederhana, dan sisa-sisa aktivitas manusia yang memberikan wawasan berharga tentang kehidupan purba di kawasan ini.

"Gua ini bekas hunian masyarakat prasejarah dengan segala aktivitasnya terungkap secara valid setelah ekskavasi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Banjarmasin di situs Gua Batu Babi," terangnya.

Selain nilai geologis dan arkeologisnya, Gua Batu Babi juga menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna khas ekosistem karst, seperti kelelawar dan burung-burung gua.  Vegetasi di sekitar gua menciptakan lingkungan yang asri dan sejuk, menambah daya tarik wisatawan dan peneliti yang datang.

Ekskavasi dilakukan secara intensif sebanyak lima tahap dari tahun 1996 sampai 1999 lalu.

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Tabalong #Lingkungan #Tahulah Pian #alam #gua #Sejarah