BARABAI - Di Hulu Sungai Tengah (HST) ada sebuah legenda yang dikenal sebagai legenda Batu Benawa. Batu Benawa diambil dari istilah nama perahu dagang besar bernama Benawa.
Legenda ini menceritakan seorang anak durhaka yang bernama Raden Panganten dikutuk ibunya, Dian Ingsun, karena tidak lagi mengakui atau pura-pura tidak kenal dengan ibunya sendiri.
Cerita ini berawal saat Raden Panganten menjadi anak yang sukses dan mampu menikah dengan anak saudagar kaya raya. Ketika ibunya menemui dengan hanya memakai perahu (jukung) sudur, Raden Panganten merasa malu dan mengusir ibunya.
Setelah berkali-kali bersabar, akhirnya Dian Ingsun mengutuk anaknya sehingga perahu jenis Benawa yang ditumpangi anak kandungnya dikutuk menjadi batu Benawa.
Sekarang nama Batu Benawa diabadikan menjadi nama kecamatan di HST. Nama Batu Benawa juga identik dengan tempat wisata Pagat Batu Benawa. Wisata ini berupa formasi batu besar di tengah hutan, tingginya kurang lebih 25 meter.
Kata "Pagat" sendiri dalam bahasa Banjar berarti putus. Konon ceritanya perahu Benawa yang dikutuk menjadi batu terbelah menjadi tiga bagian. Buritannya yang saat ini ada di HST dinamakan Bukit Sarigading.
Bagian tengah dipercaya adalah Gua Liang Hadang di Desa Mandala, Kecamatan Batu Benawa. Bagian depannya adalah gua yang berada di Loksado.
Terlepas benar atau tidaknya legenda ini, cerita Raden Panganten dan Ibunya Dian Ingsun memberikan pelajaran moral kepada kita untuk tidak durhaka kepada orang tua.
Editor: Eddy Hardiyanto
Editor : Arief